ETF · 6 min read

ETF Bitcoin Spot AS Alami Outflow Rp22 Triliun, Terburuk sejak Februari 2025

Senin, 26 Januari 2026
bitcoin
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di Amerika Serikat mencatat tekanan terberat dengan total arus keluar dana bersih mencapai US$1,33 miliar atau setara Sepanjang pekan perdagangan yang berakhir Jumat (23/1/2026), total arus keluar bersih dari produk ETF Bitcoin spot mencapai US$1,33 miliar atau sekitar Rp22 triliun, menjadi yang terbesar sejak Februari 2025.

Berdasarkan data SoSoValue, periode perdagangan tersebut hanya berlangsung selama empat hari karena libur Martin Luther King Jr. Day di AS pada 19 Januari. Meski durasi perdagangan lebih singkat, tekanan jual justru meningkat tajam dan berbalik arah dari pekan sebelumnya, ketika ETF Bitcoin spot masih mencatat arus masuk bersih sebesar US$1,42 miliar atau sekitar Rp23,8 triliun.

Arus dana mingguan pada produk ETF Bitcoin spot di AS. Sumber: SoSoValue

Hari Rabu menjadi titik tekanan terbesar dalam sepekan. Pada satu sesi perdagangan, dana sebesar US$709 juta atau sekitar Rp12 triliun tercatat keluar dari ETF Bitcoin spot. Sehari sebelumnya, arus keluar mencapai US$483 juta atau sekitar Rp8, triliun. Tekanan relatif mereda menjelang akhir pekan, dengan arus keluar US$32 juta pada Kamis dan US$104 juta pada Jumat.

Secara historis, arus keluar pekan ini merupakan yang terbesar sejak akhir Februari 2025. Pada periode tersebut, ETF Bitcoin spot sempat mencatat arus keluar mingguan sebesar US$2,61 miliar, seiring penurunan harga Bitcoin dari level tertingginya di atas US$109.000 ke bawah US$80.000, dalam fase volatilitas yang dikenal sebagai “February Freeze”.

IBIT BlackRock, ETF Bitcoin spot terbesar berdasarkan aset kelolaan, mencatat arus keluar di setiap hari perdagangan sepanjang pekan tersebut. Tekanan terbesar terjadi pada Selasa dan Rabu, menjadikan IBIT sebagai salah satu kontributor utama penurunan mingguan.

Saat ini, IBIT mengelola aset bersih sekitar US$69,75 miliar atau setara Rp1.116 triliun, dan merepresentasikan sekitar 3,9% dari total suplai Bitcoin yang beredar.

Meski demikian, secara kumulatif sejak diluncurkan pada Januari 2024, seluruh ETF Bitcoin spot di AS masih mencatat arus masuk bersih sebesar US$56,5 miliar atau sekitar Rp904 triliun. Total aset bersih ETF Bitcoin spot kini berada di kisaran US$115,9 miliar atau setara Rp1.854 triliun.

Baca juga: Reli Bitcoin Angkat Inflow ETF BTC Spot ke Rekor Tertinggi Tiga Bulan, Tembus Rp12 Triliun

ETF Ethereum Ikut Melemah, Solana Tahan Tekanan

Selain Bitcoin, Tekanan arus keluar juga terjadi pada ETF Ethereum spot. Sepanjang pekan yang sama, ETF Ethereum mencatat arus keluar bersih sebesar US$611 juta atau sekitar Rp9,78 triliun. Hari Rabu kembali menjadi sesi terburuk, dengan arus keluar mencapai US$298 juta, disusul Selasa sebesar US$230 juta.

Arus dana harian pada produk ETF Ethereum spot di AS. Sumber: SoSoValue

Kondisi ini berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya, ketika ETF Ethereum masih mencatat arus masuk bersih US$479 juta. Saat ini, total aset bersih ETF Ethereum berada di kisaran US$17,7 miliar atau sekitar Rp283 triliun, dengan akumulasi arus masuk bersih sebesar US$12,3 miliar sejak peluncurannya pada Juli 2024.

Di sisi lain, ETF Solana spot justru mencatat arus masuk bersih sebesar US$9,6 juta atau sekitar Rp153,6 miliar sepanjang empat hari perdagangan, melanjutkan tren positif yang telah berlangsung selama beberapa pekan. Sementara itu, ETF XRP mencatat arus keluar bersih sebesar US$40,6 juta atau sekitar Rp649,6 miliar, meski sempat mencatat pemulihan terbatas di akhir pekan.

Tekanan pada produk ETF kripto ini mencerminkan pergeseran preferensi investor global, di mana aset kripto dinilai masih tertinggal dibandingkan kelas aset lain di tengah dinamika pasar yang belum stabil.

Baca juga: Produk Investasi Kripto Global Catat Inflow Mingguan Rp34 Triliun, Tertinggi Sepanjang 2026

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

Topik

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.