Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
ETF · 5 min read

Perusahaan investasi Tidal Trust II mengajukan dokumen baru ke Komisi Sekuritas dan Bursa pada untuk meluncurkan produk ETF unik yang menawarkan eksposur Bitcoin saat pasar bursa Amerika Serikat tutup. Instrumen ini diberi nama Nicholas Bitcoin and Treasuries AfterDark ETF.
Dalam pengajuan pada Selasa (9/12/2025), ETF tersebut dijelaskan akan menempatkan dana pada surat utang pemerintah AS berjangka pendek selama jam perdagangan reguler. Ketika pasar ditutup, alokasi akan bergeser sehingga menyerupai imbal hasil overnight Bitcoin bagi investor di Amerika Serikat.
Baca juga: Strategy Serok 10.624 Bitcoin Senilai Rp16 Triliun
Berbeda dari ETF Bitcoin spot yang disetujui tahun lalu, produk AfterDark tidak memegang Bitcoin secara langsung. Eksposurnya akan dibangun melalui kontrak berjangka, opsi pada indeks, serta ETF Bitcoin spot yang sudah beredar di pasar. Dengan struktur ini, produk tersebut mencoba mereplikasi pergerakan harga Bitcoin di luar jam operasional Wall Street tanpa harus memiliki BTC sebagai aset dasar.
Analis Bloomberg Intelligence, Eric Balchunas, menyebut temuan timnya menunjukkan sebagian besar kenaikan harga Bitcoin justru terjadi di luar jam perdagangan AS. Ia menilai industri ETF akan terus bereksperimen dengan berbagai format untuk memanfaatkan pola tersebut.
Fenomena ini ikut menarik perhatian publik. Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan jual Bitcoin tercatat sering meningkat hanya beberapa menit saat pasar AS dibuka. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai dinamika perdagangan investor Amerika.
Hingga artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$92.500 dengan kenaikan lebih dari 2 persen dalam 24 jam terakhir, menurut data CoinMarketCap.
Baca juga: ETF Bitcoin Spot di AS Catat Outflow Mingguan Hingga Rp20 Triliun
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.