Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Empat Tahun Peretasan Bitfinex, Bitcoin Senilai Rp176 Miliar Mulai Bergerak!

Wafa Hasnaghina     Tuesday, August 4 2020

Seseorang dengan akses pada 119,756 Bitcoin yang dicuri dari bursa pertukaran Bitfinex pada 2016 silam memindahkan Bitcoin setara dengan Rp176 Miliar tersebut ke dompet yang tidak diketahui pemiliknya pada enam hari terakhir ini.

Menurut serangkaian cuitan di Twitter yang diposting oleh Whale Alert pada 3 Agustus 2020, alamat dompet tersebut memindahkan 620 Bitcoin (BTC), bernilai sekitar Rp103 Miliar kedalam empat transaksi. Pada 29 Juli lalu sekitar 448 BTC dengan nilai Rp73 Miliar berpindah dengan hanya satu kali transaksi.

Ini belum ditambah dengan Bitcoin dengan nilai Rp574 Miliar yang bergerak pada 27-28 Juli. Jika ditotal jumlah ini mencapai nilai Rp750 Miliar dalam Bitcoin yang ditransfer lebih dari 17 transaksi dalam seminggu.

Baca juga: Cara Beli Bitcoin di Bitfinex

Empat Tahun Kemudian

Pada 2 Agustus 2016, peretas berhasil masuk ke dalam sistem Bitfinex, mencuri 119.756 BTC atau senilai Rp1 triliun pada saat itu. Setelah empat tahun, dengan bullish yang terjadi pada Bitcoin, total angkut mereka sekarang bernilai Rp19,1 Triliun. 

Meskipun demikian, pergerakan dengan nilai $51 juta yang baru-baru ini terjadi, mereka hanya memindahkan sekitar 1-2% BTC yang mereka curi. Ini menunjukkan bahwa para pelaku tersebut mungkin terkendala pencairan dana tersebut dengan peraturan Anti Pencucian Uang (AML) yang baru saja diberlakukan.

Pertukaran Crypto Diretas di Eropa

Dilansir dari Cointelegraph, baru-baru ini terdapat peretasan yang berhasil lolos dengan mengambil Rp20 miliar dari platform perdagangan crypto Eropa 2gether pada 31 Juli lalu. Selain itu, pertukaran mata uang crypto yang berbasis di Inggris Cashaa juga mengalami serangan cyber pada 10 Juli lalu. Peretas berhasil mencuri lebih dari 336 BTC dengan nilai mencapai Rp55 Miliar.

*Nilai tukar berdasarkan nilai kurs USD pada IDR pada tanggal 4 Agustus 2020.  

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini