Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ebang, Produser Chip Mining Bitcoin, Mengajukan IPO 154 Triliun di Amerika

Wafa Hasnaghina     Tuesday, April 28 2020

Produsen Bitcoin (BTC) Mining, Ebang, mengajukan Penawaran Saham Perdana atau Initial Public Offering (IPO) senilai $100 Juta atau jika dirupiahkan mencapai 154 Triliun kepada Komisi Sekuritas dan Pertukaran Amerika Serikat (SEC). 

Ebang berpuaya mendistribusikan saham biasa Kelas A dengan nilai nominal $ 0,00013 per saham. Perusahaan tersebut berencana mendaftarkan diri di Pasar Global Nasdaq atau Bursa Saham New York di bawah EBON.

Langkah ini dilakukan hampir dua tahun setelah perusahaan tersebut berusaha melakukan IPO sebesar $1 Miliar di Hongkong. Pengajuan ini dilakukan pada Juni 2018, dan penawaran tersebut dihentikan pada akhir tahun yang sama.

Ebang Mengalami Penurunan pada Tahun 2019

Pada tahun 2019, sebanyak 82% pendapatan Ebang berasal dari chip Application-Specific Integrated Circuit (ASIC) chip atau chip sirkuit khusus sebuah aplikasi, sirkuit terintegrasi untuk para miners.

Pendapatan tahunan Ebang hanya mencapai $109 Juta tahun lalu. Hal ini disebabkan menurunnya permintaan perangkat keras untuk mining di tengah penurunan harga crypto. Penurunan ini sebanyak 66% dalam pertumbuhan dari $319 Juta pada tahun 2018.

Laba kotor yang dihasilkan berada pada sekitar $24,4 juta pada tahun 2018 menjadi $30,6 Juta dalam kerugian kotor selama penurunan penjualan chip Ebang dari jumalh 415.930 sengan harga rata-rata $737 menjadi 289.953 chip dengan rata-rata $304 tahun 2019.

Baca juga: Apa itu Mining Bitcoin? Panduan Lengkap untuk Pemula

Permintaan Hardware Penambangan Berkorelasi Langsung dengan Perubahan Harga Bitcoin

Pengajuan Ebang ini menegaskan permintaan produk-produknya secara langsung terkait dengan fluktuasi harga Bitcoin. 

Tututan pasar dan harga satuan mesin Mining Bitcoin berkorelasi dengan perekonomian dibalik mesin Mining Bitcoin ini sendiri terutama dipengaruhi oleh harga Bitcoin. Kenaikan harga Bitcoin umumnya akan meningkatkan permintaan pasar untuk mesin mining Bitcoin, yang nantinya akan memungkinkan kami memberi harga produk yang lebih tinggi. Hal ini juga berlaku dengan keadaan sebaliknya.

“Penurunan harga Bitcoin pada tahun 2018 dan kuartal pertama 2019 mengakibatkan penurunan material dalam volume penjualan kami dan dalam harga jual rata-rata mesin mining Bitcoin kami.” 

Ia juga menambahkan meski harga Bitcoin mulai pulih pada kuartal kedua 2019, operasional kami umumnya tertinggal dari kenaikan harga Bitcoin.

Ebang Mulai Mengeksplorasi Chip Mining Bitcoin

Pengajuan ini menyatakan Ebang telah menyelesaikan desain untuk 8 nanometer (nm) dan chip ASC 7 nm miliknya. Sebagai tambahan mereka juga siap memproduksi secara massal unit 8 nm “ketika kondisi pasar sudah cocok.”

Ebang juga sedang dalam pengerjaan pengembangan “Chip ASIC 5 nm dan mesin untuk mining” eksklusif untuk altcoin, termasuk Litecoin (LTC) dan Monero (XMR).

Perusahaan juga bermaksud untuk mulai “menerapkan teknologi Blockchain ke dalam industri non-cryptocurrency, seperti layanan keuangan dan industri kesehatan.”

IPO Canaan Tidak Memenuhi Harapan

Pada November 2019, produsen pertambangan Canaan Creative hanya berhasil mengembangkan hingga $ 90 juta dalam IPO – kurang dari seperempat dari target $400 Juta.

Sejak diluncurkan di Nasdaq dengan harga $9 per saham, harga saham Canaan telah turun lebih dari 50% hingga diperdagangkan dengan $4,23.

Sumber