Ditipu, Rp2 Miliar UNI Hilang di Platform Yield Farming!

Wafa Hasnaghina

6th October, 2020

Seorang pengguna Ethereum ditipu dan kehilangan $140.000 atau setara lebih dari Rp2 miliar dalam token UNI ketika mencoba peruntungan di platform penipuan berkedok Yield Farming, UniCats.

Dalam platform tersebut, proses penggunaan token sebenarnya dilakukan dengan meminta “izin” dari pemilik token. Hal ini termasuk hal yang biasa pada pemrosesan dana token dari platform yield farming lainnya. Namun sayangnya, UniCats ini justru mengeksploitasi token-token tersebut.

Baca juga: Apa sih Yield Farming Itu? Panduan Untuk Pemula!

Pemilik token yang merasa UniCats hanya ingin mengambil token-token miliknya, berusaha keluar. Namun, pengembang UniCats ternyata mensiasatinya dengan membuat semaca backdoor dalam smart contract platform tersebut. Hal ini membuat walaupun sudah tidak berada dalam platform, pengembang tetap dapat mengambil alih dan mengendalikan token-token tersebut tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Terlebih dengan adanya backdoor ini, pengembang dapat melancarkan aksinya dengan membuat semacam panggila “setGovernance” dan berhasil mengambil alih 26.000 token UNI dan 10.000 lainnya. Token-token tersebut kemudian penipu tukatkan dengan 416 Wrapped Ether di Uniswap.

Dilansir dari cuitan tersebut juga, penipu merupakan para pencuri yang memang biasanya melancarkan aksinya dengan mengembangkan platform yield farming palsu. Penipun UniCats ini juga dilaporkan menggunakan Tornado Cash, platform mixer crypto untuk mengecoh pengiriman dana yang dicuri.

Kasus ini menambah panjang penipuan di industri crypto. Seperti dilansir dari berita Coinvestasi, banyak platform yield farming baru muncul dengan token tata kelola sendiri. Sayangnya, setelah harganya meroket naik, nilai tersebut kemudian menjadi tidak berharga setelah platform tersebut ternyata palsu.

Baca juga: Token HOTDOG dan PIZZA Menjadi Tidak Berharga Setelah Naik Ratusan Persen