Deputi Bank Sentral Kanada: Bull Bitcoin Hanya Spekulasi

Dhila Rizqia

12th February, 2021

Deputi Gubernur Bank Sentral Kanada menyebutkan jika bull Bitcoin adalah sesuatu yang spekulatif semata.

Ia mengatakan jika cryptocurrrency ini masih cacat untuk sebagai metode pembayaran.

“Lonjakan harga baru-baru ini tidak terlihat seperti tren dan lebih seperti  spekuilatif mania. Bahkan dalam ekonomi yang semakin digital ini, cryptocurrency seperti Bitcoin tidak memiliki klaim yang masuk akal untuk menjadi uang masa depan,” kata Timothy Lane, Deputi Gubernur Bank Kanada dalam pidatonya.

Ia nampaknya sangat kontra dengan crypto dan menyatakan jika crypto seperti Bitcoin hanya bagus untuk “transaksi ilegal seperti pencucian uang, di mana anonimitas mengalahkan semua fitur lainnya.

Bull Bitcoin Disebabkan Tweet Satu Orang

Meskipun benar bahwa kripto dapat digunakan untuk membiayai kejahatan. Transaksi yang dilakukan dalam mata uang kripto seperti Bitcoin tidak anonim, karena dicatat di buku besar publik dan alamat dapat ditautkan ke informasi yang dapat diidentifikasi secara pribadi.

Lebih lanjut, menurut perusahaan investigasi blockchain Chainalysis, hanya 0,34% dari semua kripto yang digunakan untuk kejahatan.

Ini turun dari 2,1% pada tahun 2019. Namun, ransomware kripto meningkat sebesar 311% tahun lalu.

Baca juga: CipherTrace: Kejahatan Crypto Turun 57% tapi Peretasan DeFi Naik Pesat!

Namun Lane tidak menganggap mata uang digital hebat dalam hal lain, “karena mereka mengandalkan metode verifikasi yang mahal dan daya beli mereka sangat tidak stabil”. Biaya transaksi Bitcoin sempat mencapai $ 25.

Tentang kenaikan harga baru-baru ini, di mana harga Bitcoin telah mencapai tertinggi $46.000, naik sekitar 10 kali lipat dibandingkan dengan Maret lalu.

Lane mengatakan kegilaan harga termasuk ke dalam spekulasi sebab satu tweet dari profil seseorang cukup untuk memicu lonjakan tiba-tiba dalam harga.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya beberapa kali, tweet dari CEO Tesla Elon Musk telah memompa harga Bitcoin.

Pada 29 Januari, Musk menaikkan harga Bitcoin dari sekitar $32.000 menjadi $36.000 dalam waktu setengah jam ketika dia mengubah bio Twitter-nya menjadi Bitcoin.

Musk kemudian memompa Bitcoin menjadi $ 46.000 ketika perusahaan mobilnya, Tesla telah menginvestasikan $1,5 miliar atau setara dengan 20 triliun rupiah ke dalam Bitcoin.

Baca juga: Tesla Beli Bitcoin $1,5 Miliar, Apple Bakal Ikutan?

Diketahui,  Bank of Canada telah menghabiskan lebih dari tujuh tahun meneliti Mata Uang Digital Bank Sentral. Namun mata uang digitalnya sama sekali tidak didasarkan pada, teknologi blockchain.

Perihal apakah Kanada akan segera meluncurkan crypto sendiri Lane mengtakan jika tidak terburu-buru karena Kanada sudah memiliki sistem pembayaran yang berfungsi dengan baik,” katanya.

“Kami sudah memiliki standar yang tinggi,”kata Lane lagi.

Informasi ini bisa ditemukan kembali di sini

Dhila Rizqia

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.

Dhila seorang lulusan studi komunikasi dan media yang memiliki ketertarikan besar pada dunia investasi khususnya bitcoin dan cryptocurrency.