Departemen Pertahanan AS: Blockchain Bantu Penanggulangan Bencana

By Aulia Medina     Tuesday, January 1 2019

Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan teknologi blockchain memiliki potensi “sangat besar” dalam membantu meningkatkan upaya bantuan bencana.

Divisi Dukungan Pasukan dari Badan Logistik Pertahanan mengadakan pertemuan pada awal bulan ini di Philadelphia. Guna untuk memahami bagaimana blockchain dapat membantu upaya yang sudah “berhasil” membantu di Puerto Rico setelah Badai Maria yang menghancurkan kota tersebut pada tahun 2017. Pertemuan tersebut diselenggarakan oleh Kantor Troop Support’s Continuous Process Improvement (CPI).

Potensi Besar Blockhain

“Potensinya sangat besar,” kata analis manajemen CPI Elijah Londo, menurut laporan DLA dari acara tersebut. “Bicara tentang blockchain, dan maka Anda akan mendengar para pakar membandingkannya dengan mengubah kepercayaan atau transaksi dengan cara yang sama seperti internet mengubah komunikasi.”

Saat ini, DLA tengah melacak proses logistik melalui sistem yang dikelola secara terpusat, yang menyulitkan pihak-pihak yang terlibat untuk menyinkronkan data dan memastikan mereka semua melacak informasi yang benar dan terkini. Dengan menggunakan teknologi blockchain, agensi dapat melacak data dan dengan demikian meningkatkan proses transaksi rantai pasokan dan visibilitas pengiriman. Katanya dalam laporan itu.

Baca juga: Market Cryptocurrenccy Turun Setelah Hari Natal

“Di sinilah saya bisa melihat di mana blockchain akan membantu (dalam upaya bantuan). Spesifikasi dan detail mengenai apa saja yang dibutuhkan dan sekaligus bisa juga mendapatkan informasi tentang transportasinya. “kata Marko Graham, wakil direktur unit Konstruksi dan Peralatan DLA.

CPI sedang berupaya untuk meningkatkan layanannya dengan Komando Transportasi AS dan raksasa pengiriman Maersk, yang telah bekerja sama dengan IBM untuk membangun platform rantai pasokan menggunakan teknologi blockchain.

Londo melanjutkan, “Kami sedang meneliti teknologi itu. Kami mencari tau, industri terkait hal tersebut, kelanjutan kedepannya nanti seperti apa, bagaimana itu berlaku untuk rantai pasokan dan bagaimana industri lain menggunakannya. Kami melakukan penelitian tentang hal tersebut secara mendalam. ”

Awal bulan ini, Departemen Keamanan Dalam Negeri mengatakan mereka ingin meningkatkan kemampuannya untuk mencegah penggunaan dokumentasi palsu dengan solusi blockchain dan menawarkan hibah hingga $ 800.000 kepada startup untuk membantu pekerjaan itu. Dan, tahun lalu, tim inovasi Angkatan Laut AS mengungkapkan rencana untuk memeriksa apakah blockchain dapat memberikan keamanan tambahan pada sistem pabrikannya.