Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

DeFi Pulse Kenalkan Fitur Penilaian Risiko Platform DeFi

Wafa Hasnaghina     Thursday, October 15 2020

Platform analitik keuangan terdesentralisasi (DeFi), atau yang biasa dikenal DeFi Pulse meluncurkan peringkat keamanan baru yang memungkinkan pengguna membandingkan risiko protokol on-chain. Sistem ini masih dalam tahap pengembangan dan belum melibatkan semua risiko yang ada, seperti risiko keseluruhan smart contract

Bekerja sama dengan platform pemodelan aset digital Gauntlet, penilaian ini melihat faktor-faktor utama termasuk perilaku pengguna, volatilitas agunan, likuiditas agunan relatif, parameter protokol, dan risiko smart contract. Setiap proyek kemudian diberikan semacam profil risiko dengan peringkat antara 1-100.

Penilaian pertama jatuh kepada dua protokol pinjaman terdesentralisasi, Aave dan Compound. Keduanya menerima skor dengan masing-masing nilai 95% dan 91%. Setelah keduanya, protokol MakerDAO yang akan dijadwalkan menerima sidak terkait dengan penialian ini. 

Terkait fitur ini DeFi Pulse menyatakan dalam tahap alfa ini, nilai dibentuk dengan menganalisis data likuiditas dan volatilitas historis dalam menemukan jaminan yang paling mungkin menyebabkan masalah di kemudia hari. Selain itu, temuan-temuan ini harus dinormalisasi terlebih dahulu sebelum pemberian peringkat di lakukan.

Tidak hanya itu, fitur ini tidak bertujuan untuk memodelkan adanya risiko dari smart contract. Namun, lebih sebagai auditor dan alat verifikasi untuk menilai bentuk risiko yang ada.

Terlebih, metrik ini masih dalam tahap awal pengembangan. Akan ada lebih banyak potensi risiko terkait dengan protokol peminjaman saat ini yang belum masuk ke dalam sistem penilaian. 

Ke depannya sistem ini diharapkan juga bisa menilai dan menentukan kemungkinan bangkrutnya sebuah protokol pinjaman on-chain. Hal tersebut berkaitan dengan volatilitas harga yang parah. Banyak platform DeFi mengalami peristiwa likuidasi massal, hampir $8,32 juta keluar dari protokol hanya dalam satu hari. Gauntlet berharap dengan adanya fitur ini, dapat mencegah kembalinya krisis serupa.

Kian meningkatnya popularitas DeFi selaras juga dengan risiko yang juga naik. Pasalnya, banyak protokol dan jumlah token palsu dan penipuan yang juga muncul ke pasaran. Misalnya saja yang paling terkenal adalah pergantian “chef” dari protokol saingan Uniswap, Sushiswap. 

Baca juga: SushiSwap Ganti “Chef”, Pasar Token $SUSHI Jatuh

Infromasi ini dapat dibaca kembali di sini