Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

SushiSwap Ganti “Chef”, Pasar Token SUSHI Jatuh

Wafa Hasnaghina     Monday, September 7 2020

Industri DeFi dihebohkan dengan aksi dari founder SushiSwap, Chef Nomi, yang mencairkan sekitar 2,5 juta SUSHI dengan rewards 18.000 ETH atau nilainya sekitar Rp88 miliar. Tidak hanya itu, Chef Nomi juga menghapus 20.000 ETH setara Rp113 miliar dari kumpulan likuiditas yang sama.

Setelah aksi kontroversialnya tersebut, diketahui Chef Nomi telah menyerahkan kekuasaannya kepada CEO FTX Sam Bankman-Fried pada 6 September 2020. Tidak hanya itu, keputusan ini membuat harga SUSHI yang tadinya berada di kisaran $11 menjadi hanya $1,13 hanya dalam beberapa hari.

Baca juga: Peneliti Temukan 10 Kelemahan Sistem Keamanan SushiSwap

Listing Token SUSHI, pada Bursa Pertukaran 

Dua platform pertukaran kripto terbesar Binance dan FTX mencantumkan token SUSHI ke dalam daftar perdagangan ketika umur dari token SUSHI baru dua minggu. 

Pendaftaran tersebut membuat harga token sempat melambung tinggi. Di sisi lain, banyak dari penggemar crypto yang menyayangkan langkah terlalu terburu-buru ini. CEO Changpeng Zhao sendiri tetap pada pendiriannya dan tetap bersikeras dengan listing token SUSHI ini.

Reaksi Terhadap Aksi Ini

Penurunan harga SUSHI hingga 88% hanya dalam lima hari membuat pasar SUSHI menjadi goyah. Terlebih belum ada kejelasan yang lebih pasti terkait dengan masa depan proyek ini. Tidak hanya itu, banyak dari para penggemar crypto yang bereaksi dan menganggap bahwa proyek ini hanyalah proyek “exit scam”. 

Terlepas dari itu para eksekutif dan analis industri umumnya tetap positif terkait dengan aksi pengambilalihan tersebut. Dalam Twitter pribadinya Arthur Hayes, CEO BitMEX, mengatakan,

Meskipun demikian, masa depan proyek tersebut masih harus terus dipantau. Ini mengingat kondisi pasar yang jatuh karena aksi di atas. Ditambah banyak yang mulai mempertanyakan keabsahan dari proyek ini.