Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

CipherTrace: Bitcoin Ilegal “Dicuci Bersih” Melalui LocalBitcoins

Wafa Hasnaghina     Friday, June 5 2020

Menurut sebuah laporan baru-baru ini yang diterbitkan oleh perusahaan keamanan blockchain CipherTrace, pertukaran peer-to-peer LocalBitcoins menjadi tujuan utama pada aset crypto yang asalnya dari aktivitas ilegal pada 2019 silam.

Para analis memperkirakan bahwa Finlandia memimpin tahun lalu dengan jumlah crypto terlarang yang ditransfer ke platform negara itu. Sekitar 12,01% dari semua koin yang dikirim ke bursa digital Finlandia memiliki latar belakang kriminal.

LocalBitcoins Jadi Tempat Favorit!

Hal ini disebabkan karena pertukaran terbesar di Finlandia LocalBitcoins, mempunyai mekanisme di mana individu dapat langsung menjual Bitcoin satu sama lain. Platform tersebut menerima lebih dari 99% dana berlatar belakang kriminal ini, menjadikannya pertukaran yang menerima Bitcoin terlarang terbanyak untuk tiga tahun berturut-turut, menurut laporan tersebut.

Posisi Transaksi Bitcoin Ilegal di Seluruh Dunia

Di posisi kedua ditempati oleh yang ditemukan oleh CipherTrace mengarah pertukaran yang ada di Rusia. Pertukaran ini menyumbang sekitar 5,23% dari Bitcoin yang secara langsung terkait dengan aktivitas ilegal seperti ransomware, peretasan, pasar darknet, dan praktik ilegal lainnya.

“Dalam penelitian memperlihatkan interaksi pertukaran yang ada di  Rusia lebih lanjut, CipherTrace menemukan bahwa sekitar 86,8% dari BTC berlatar belakang dari aktivitas kriminal yang diterima langsung oleh pertukaran Rusia pada tahun 2019 silam berasal dari Hydra Market, atau pasar gelap Rusia yang dilaporkan dalam Laporan CAML Q4 2019 CipherTrace,” komentar perusahaan tersebut.

Berikutnya yang ada di dalam daftar adalah Inggris dan Tiongkok dengan masing-masing menerima sekitar 0,69% dan 0,31% crypto terlarang, sementara pertukaran yang berada di Jerman, Jepang dan Amerika dengan jumlah kurang dari 0,1%. CipherTrace tidak mengungkapkan nama-nama platform perdagangan ini di dalam laporannya.

Baca juga: ChiperTrace Tingkatkan Anti Pencucian Uang di Binance Chain

Data dari ChiperTrace, Tidak Semua Buruk!

Pada saat yang sama, jumlah dana terlarang yang memasuki pertukaran cryptocurrency di seluruh dunia telah berkurang hingga separuh jumlah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tren ini menjadi yang terendah dalam tiga tahun ini untuk pertukaran cryptocurrency di seluruh dunia, dengan rata-rata hanya 0,17% dari dana yang diterima oleh bursa pada tahun 2019 yang datang langsung dari latar belakang aktivitas ilegal,” perusahaan tersebut melanjutkan, menunjuk ke sejumlah bursa yang telah memperketat persyaratan anti pencucian uang mereka.

Secara bersamaan, volume pencurian mata uang, peretasan dan penipuan cryptocurrency selama lima bulan pertama tahun 2020 telah mencapai $ 1,36 miliar, dibandingkan dengan $ 4,5 miliar untuk keseluruhan tahun 2019.

“Kontributor terbesar untuk jumlah tinggi ini adalah skema Ponzi senilai miliaran dolar oleh Wotoken di Tiongkok,” ujar CipherTrace. Mereka juga menambahkan bahwa “Penipuan itu menjanjikan investor pengembalian yang jumlahnya tidak realistis menggunakan perangkat lunak perdagangan algoritmik yang tidak ada. Kasus ini membuat satu operator Wotoken (yang memiliki hubungan dengan skema PlusToken Ponzi yang terkenal) mencuri sekitar $ 1 miliar crypto dari lebih dari 715.000 korban.

Sementara itu, para analis tersebut juga mencatat bahwa tahun 2020 berpotensi mencatat rekor baru dalam hal jumlah cryptocurrency yang disesuaikan oleh penyerang.

Tahun 2019 lalu, CipherTrace mengaitkan kerugian utama yang ada dengan “pekerjaan orang dalam”. Sementara pada tahun 2020 penipu menggunakan dalih pandemi coronavirus ini sebagai latar belakang mereka. Banyak kampanye dalam bidang ini yang bertujuan mengumpulkan data pribadi pengguna dengan kedok seorang petinggi dan beberapa kelompok terkenal.

Informasi selengkapnya dapat dibaca di sini