CipherTrace Meningkatkan Anti Pencucian Uang di Binance Chain

By Dhila Rizqia     Thursday, November 7 2019

Perusahaan keamanan blockchain Amerika, CipherTrace akan menyediakan kendali Anti-Pencucian Uang atau Anti Money Laundering (AML) untuk Binance Chain dan aset aslinya Binance Coin (BNB).

CipherTrace meningkatkan pengecekan AML pada Binance Chain

Binance mengumumkan pada 5 November. Binance Chain, sebuah blockchain publik Binance crypto exchange utama dan blockchain yang mendasari untuk Binance DEX, diharapkan untuk meningkatkan prosedur AML melalui CipherTrace,.

Secara khusus, CipherTrace akan memberikan Binance Chain kontrol AML tingkat institusional untuk meningkatkan adopsi blockchain Binance Chain.

Dalam hal ini, CipherTrace akan memungkinkan developer global, investor, dan regulator untuk mengakses blockchain Binance Chain untuk menemukan data seperti address yang berisiko tinggi. Selain itu, CipherTrace akan membantu entitas-entitas itu untuk mengatur berbagai kontrol untuk melindungi dApps, exchange atau aplikasi berbasis crypto lainnya, tulis Binance dalam blognya.

Data pelanggan tidak akan dibagikan dengan pihak ketiga

Samuel Lim, Chief Compliance Officer di Binance, mengklaim bahwa inisiasi ini tidak akan memengaruhi keamanan dan perlindungan data pengguna Binance. Berbicara kepada Cointelegraph, Lim mencatat bahwa informasi pelanggan tidak akan dibagikan dengan pihak ketiga sebagai hasil dari usaha anti pencuncian uang ini, Ia menambahkan:

Pengguna bisa percaya dan yakin bahwa Binance akan menjunjung tinggi standar keamanan pengguna dan perlindungan data.

Samuel Lim, Chief Compliance Officer Binance

CipherTrace memperluas platformnya untuk mendukung 700 token

Dukungan CipherTrace untuk BNB dan Binance Chain mengikuti perluasan layanan CipherTrace baru-baru ini hingga 700 cryptocurrency termasuk Ether (ETH), Tether (USDT), Bitcoin Cash (BCH) dan Litecoin (LTC) pada 15 Oktober. Mengklaim bahwa CipherTrace telah berkembang untuk mendukung 87% volume transaksi dari 100 cryptos teratas, perusahaan menolak untuk menentukan cryptos mana yang tidak akan didukung pada platform saat itu.

Sumber: Cointelegraph