Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 8 min read

Chainlink dan Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) telah menyelesaikan program pilot untuk meningkatkan tokenisasi dana keuangan tradisional. Program ini bekerja sama dengan berbagai institusi keuangan di Amerika Serikat.
Dalam laporannya, pada Kamis (16/5/2024), DTCC menyatakan bahwa program Smart NAV dilakukan untuk menstandarkan metode penyediaan data nilai aktiva bersih (NAB) dana di seluruh blockchain menggunakan Protokol Interoperabilitas Cross-Chain (CCIP) yang dimiliki Chainlink.
“Dalam uji coba ini, kami menemukan bahwa dengan memberikan data terstruktur secara on-chain dan menciptakan peran serta proses standar, data dasar dapat disematkan ke dalam banyak kasus penggunaan on-chain, seperti tokenisasi dana dan smart contract ‘bulk customer’, yang merupakan contract yang menyimpan data untuk banyak dana,” kata DTCC.
Baca juga: Mengenal Real World Assets (RWA): Tokenisasi Aset Nyata Dalam 5 Menit
Kemampuan Smart NAV diharapkan dapat mendukung eksplorasi industri di masa mendatang dan dapat mendukung berbagai kasus penggunaan, seperti aplikasi portofolio broker hingga penyebaran data secara real-time dan otomatis.
Adapun berbagai bank besar di AS ikut terlibat dalam proyek ini, termasuk JPMorgan, Invesco, American Century Investments, BNY Mellon, Edward Jones, Franklin Templeton, MFS Investment Management, Mid Atlantic Trust, State Street, hingga U.S. Bank.
Token LINK terus menunjukkan kenaikan pasca kabar tersebut, dengan harga yang bertahan di level US$16.66. Token native Chainlink ini telah melonjak lebih dari 22% dalam sepekan terakhir.
Baca juga: Chainlink (LINK) Sentuh US$20 Setelah Dua Tahun, Tembus Top 10 Marketcap
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.