Kekayaan 319 Triliun Rupiah, CEO FTX jadi Orang Kaya Termuda Versi Forbes

Anisa Giovanny

7th October, 2021

Forbes merilis 400 orang Amerika terkaya, di antara nama yang dipublikasikan ada Sam Bankman Fried, CEO FTX yang berhasil berada di posisi 32 dan merupakan orang termuda yang masuk ke daftar Forbes tersebut.

Pemuda berusia 29 tahun ini diketahui telah mengumpulkan kekayaan $22,5 miliar atau setara dengan 319 triliun Rupiah. Hasil tersebut berkat pertumbuhan pesat FTX, pertukaran cryptocurrency yang ia dirikan dua tahun lalu, dan investasi kriptonya sendiri.

Bankman-Fried berniat menghasilkan uang sebanyak mungkin sehingga dia dapat memberikan sebanyak mungkin di tempat yang paling dibutuhkan.

Namanya kini turut disandingkan oleh Mark Zuckerberg pemilik Facebook salah satu orang dengan usia muda dengan kekayaan fantastis.  

“Tujuan saya adalah untuk memiliki dampak,” kata, Sam Bankman Fried mengenai tujuannya mendirikan FTX dan mengenalkan crypto.

Usaha yang dilakukan pria lulusan MIT ini pun berhasil menuai pujian, salah satunya dari Kevin O’Leary yang mengatakan jika Sam Bankman Fried adalah sebuah fenomena.

“Dia telah mencapai banyak hal sejauh ini, dan dia memiliki rasa hormat dari banyak investor, saya salah satunya, “ katanya.

Kekayaan Bankam Fried mayoritas berasal dari pertukaran cryptocurrency miliknya, FTX, yang memungkinkan pedagang untuk membeli dan menjual aset digital seperti bitcoin dan Ethereum. 

FTX juga melayani pedagang derivatif canggih yang ingin membeli aset seperti opsi bitcoin dan memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token saham.

Bursa tersebut berhasil mengumpulkan $900 juta dari Coinbase Ventures dan SoftBank pada bulan Juli dengan penilaian $18 miliar. Secara terpisah, perusahaan perdagangannya, Alameda Research, membukukan laba $1 miliar tahun lalu.

FTX Alami Pertumbuhan Mengesankan 

FTX pun terus gencar melakukan promosi dan meningkatkan adopsi crypto, Bankman Fried pun telah menggunakan dana investor untuk FTX senilai $900 juta FTX untuk berbagai kegiatan, seperti  mencari akuisisi yang akan memperluas basis penggunanya atau memberinya lisensi untuk beroperasi di yurisdiksi utama.

Pada bulan Agustus, FTX mengumumkan bahwa mereka akan mengakuisisi LedgerX, bursa berbasis di New York yang telah memenangkan izin dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS untuk menjual derivatif kripto.

Itu berarti FTX akan segera menjadi pertukaran crypto besar pertama yang menawarkan produk turunan di Amerika, di depan Binance, Coinbase, dan Kraken.

“Mereka bergerak sangat cepat untuk memotong kesepakatan itu,” kata Christopher Giancarlo, mantan ketua CFTC.

Sementara itu FTX terus mengalami pertumbuhan signifikan, volume perdagangan derivatif harian rata-rata $11,5 miliar menjadikannya pertukaran derivatif terbesar keempat, hanya di belakang Bybit ($ 12,5 miliar), OKEx ($ 15,5 miliar) dan Binance ($ 61,5 miliar). 

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency