CEO Facebook Beri Peringatan Soal Regulasi Internet Tiongkok

Wafa Hasnaghina

27th May, 2020

Mark Zuckerberg, CEO Facebook sekaligus tokoh dalam pengembangan proyek yang masih diperdebatkan Libra, membunyikan lonceng peringatan selama berdiskusi dengan European Commissioner for Internal Market, Thierry Breton pada 18 Mei lalu. Hal ini terkait dengan meningkatnya pengaruh Tiongkok pada regulasi internet dan dikhawatirkan akan memberikan contoh yang cukup berbahaya jika dilakukan juga oleh negara-negara lain.

Apa yang kebanyakan orang pikirkan mengenai regulasi internet di Tiongkok adalah adanya firewall misterius yang memblokir suara-suara dari dunia luar, robot-robot yang haus data yang juga memantau informasi yang masuk dan keluar, dan kendali negara dengan regulasi yang kaku dan tetap. Namun, apakah firasat ini valid?

CEO Facebook Waspadai Monopoli Internet oleh Tiongkok

Zuckerberg memiliki ketertarikan untuk melakukannya. Dia mendesak dunia barat untuk menyamakan kedudukan mereka dengan Tiongkok dan tidak membiarkan negara untuk dapat mendikte syarat penggunaan internet di seluruh dunia. Hal ini bukanlah pertama kalinya dia membuat pernyataan serupa.

Tahun lalu, ia memperingatkan pemerintah mengenai pendekatan otokratis Tiongkok dalam tata kelola internet dan mengatakan bahwa sangat penting untuk tidak membiarkan model internet gaya Tiongkok ini menyebar dan diterapkan di seluruh dunia.

Sementara itu, perwakilan Komisi Uni Eropa, Breton belum sepenuhnya mendukung perusahaan raksasa tersebut apalagi proyek-proyek yang dipimpin oleh Facebook. Awal tahun ini saja, ketika stablecoin Libra yang banyak digembar-gemborkan belum dapat memenuhi standar sesuai regulasi yang ada, Breton menuntut agar perusahaan tersebut menyesuaikan produknya tersebut dengan norma-norma Uni Eropa alih-alih sebaliknya.

Dengan demikian, seperti sentimen Zuckerberg sebelumnya dan pujiannya dalam upaya Uni Eropa dalam menstandarisasi model pengumpulan informasi pengguna kepada perusahaan teknologi terkemuka seperti Google, Twitter, dan Facebook sendiri, CEO Facebook tersebut menegaskan kepada Breton bahwa dirinya tidak meragukan langkah dari para regulator dalam mengatur perusahaan teknologi agar bekerja sama sesuai dengan regulasi yang ada. Namun, pertanyaan utama yang dia ajukkan adalah, siapa sebenarnya yang nantinya akan menggambar kerangka kerja tersebut yang nantinya harus dipatuhi oleh semua orang? 

Baca juga: Inti dari Libra Facebook adalah Blockchain, Bukan Crypto!

Zuckerberg: Jangan Biarkan Tiongkok Menggambar Kerangka Kerja Itu!

Zuckerberg berpendapat Negara-negara seperti Tiongkok dirasa memiliki nilai yang berbeda dari negara-negara demokratis lain di dunia barat. Model internet mereka mengkhawatirkan, dan jika meluas pada negara-negara lain juga, kita akan memiliki masalah yang lebih besar.

Dia menuntut agar negara-negara barat meningkatkan upaya mereka dalam menyusun regulasi dasar atau sebuah pedoman yang berfungsi untuk diterapkan di seluruh dunia. Pedoman tersebut harus jelas, singkat, dan mudah diikuti oleh negara lain.

Sebagai tanggapannya, Breton tetap menghargai upaya yang dilakukan oleh CEO Facebook tersebut dalam mengurangi padatnya lalu lintas internet dan dorongan dunia pada isu pengurangan bandwidth. Dia juga memuji perusahaan tersebut dalam melakukan pencegahan terbaik selama krisis melanda dalam mencegah penyebaran informasi-informasi yang menyesatkan dan mengambil langkah seperti yang dilakukan Google dengan menghapus jutaan informasi tersebut setiap hari.

Dengan demikian, ketika berbicara mengenai Facebook yang baru-baru ini juga membentuk komite dalam mengatur moderasi konten di internet, Breton mengatakan bahwa untuk sementara langkah tersebut merupakan inisiatif yang hebat, tetapi pada akhirnya CEO Facebook-lah yang akan tetap bertanggung jawab atas semua hasil yang didapatkan.

Informasi selengkapnya dapat dilihat di sini