Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Inti dari Libra Facebook Adalah Blockchain, Bukan Crypto!

Wafa Hasnaghina     Friday, May 1 2020

Meski ada kekhawatiran mengenai tidak cukup matangnya blockchain dalam membawa era baru pembayaran, teknologi ini semakin dieksplorasi oleh bank-bank sentral global. Di lain pihak, teknologi Blockchain ini lah yang merupakan inti dari mata uang digital Libra Facebook, menurut seorang eksekutif atas proyek ini.

Sejak perilisan laporan resmi Libra pada Juni 2019, stablecoin yang belum diluncurkan tersebut berpegang teguh pada arsitektur blockchain, jelas wakil ketua Asosiasi Libra, Dante Disparte.

Blockchain Membuka Interoperabilitas Jaringan Pembayaran 

Dalam wawancara pada 28 April dengan publikasi keuangan Bank Sentral, Disparte menguraikan sejumlah manfaat struktural yang diberikan oleh implementasi blockchain ini. Sebagai bagian dari keunggulan yang didukung oleh blockchain, eksekutif tersebut menguraikan potensi teknologi untuk mendorong interoperabilitas teknologi pembayaran. Dia berkata: 

“Kami masih tetap berkomitmen pada arsitektur blockchain sebagai teknologi buku besar yang didistribusikan pada proyek ini. Tanpa hal tersebut, proyek ini tidak akan mencapai terlalu banyak efisiensi, misalnya struktur berbiaya rendah dan interoperabilitas yang sedang dalam perancangan.”

Menurut Disparte, masalah interoperabilitas ini adalah salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh jaringan pembayaran global. “Karena teknologi tidak berbicara satu sama lain, biasanya teknologi tersebut dikembangakn selama bertahun-tahun sebelum akhirnya unit tersebut dapat melakukan pembayaran satu sama lain.”

Ia juga menambahkan, “tanpa Blockchain sebagai intisari dari Libra dan teknologi yang ada di antara para anggota asosiasi blockchain tersebut yang akan menjalankan validasi node, hal itu akan lebih sulit untuk memiliki lingkungan dompet digital yang tidak memiliki efek Lock-In, di mana user terbelenggu ke dalam satu penyedia atau lainnya.”

Baca juga: Stablecoin Libra Masih Menjadi Ancaman Utama Bitcoin

“Aspek Cryptocurrency Bukan Kunci Utama Dari Inovasi Ini,” ujar Disparte.

Seperti yang dilansir pada wawancara tersebut, Disparte juga menyinggung narasi umum yang mengatakan cryptocurrency bukan hal paling penting pada inovasi seperti teknologi blockchain ini.

Ia menjelaskan, “Aspek cryptocurrency bukanlah kunci utama dari inovasi ini. Terobosan nyata yang dilakukan Libra adalah menciptakan tingkat protokol untuk transfer nilai. Hal tersebut merupakan kontribusi besar Libra. Tanpa blockchain sebagai intisari tersebut, sangat sulit untuk mencapai keterbukaan yang kami coba kembangkan pada tingkat dompet dan tingkat pengguna.”

Menurut Disparte, Asosiasi Libra berharap untuk segera meluncurkan Libra pada kuartil empat tahun 2020. Pada saat itu, diharapkan proyek ini dapat memilah masalah-masalah besar termasuk peraturan, organisasi, dan kesiapan untuk pindah dari testnet ke area utama.

Libra Berusaha Lebih dalam Peluncuran Proyek Ini

Wawancara dengan Disparte ini dilakukan setelah Libra dalam rangkaian upaya barunya untuk bergerak maju dengan proyek ini. Pada 16 April lalu, Asosiasi Libra mengajukan lisensi sistem pembayaran dari Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss dan juga membuat banyak perubahan pada laporan resminya.

Selain masih terlibat dalam masalah regulasi, Libra terus mengembangkan anggota dan timnya. Pada 20 April saja, Asosiasi Libra menambahkan organisasi nirlaba bernama Heifer International. Sebelumnya juga, Asosiasi tersebut bergabung dengan perusahaan start-up pembayaran Inggris, Checkout.com. Dompet digital Facebook, Calibra, juga dalam rencana membuka 50 posisi baru untuk tenaga kerjanya di Irlandia. 

Sumber