Carrefour Merilis Platform Pelacakan Makanan dalam Blockchain di Spanyol

Felita Setiawan

5th May, 2021

Raksasa ritel asal Perancis, Carrefour, sedang menyebarkan platform yang mengikuti asal makanan dalam teknologi blockchain berbasis Hyperledger di Spanyol (20/11).

Solusi pelacakan makanan ini pertama dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal AS, IBM. Nantinya platform ini akan digunakan untuk melacak ayam bermerek yang disebut “Calidad y Origen” (“Kualitas dan Asal”) yang dibesarkan di wilayah utara Galicia tanpa antibiotik. Tiap paket di Spanyol akan ditandai dengan kode QR yang menyediakan informasi detil akan hari lahir, jenis nutrisi, tanggal pengepakan ayam, dan sebagainya.

Dalam siaran persnya, Carrefour menuliskan bahwa blockchain merupakan teknologi kunci untuk rantai pasokan karena sifat transparansinya dan mengizinkan konsumen untuk meninjau proses distribusi keseluruhan. Nantinya, perusahaan berencana untuk mengembangkan pemakaian teknologi desentralisasi, mengimplementasikannya pada semua makanan dari lini “Calidad y Origen”.

Baca artikel terkait: Marketplace Storiqa Telah Rilis!

Carrefour sebelumnya sudah menguji coba pelacakan dengan blockchain untuk peternakan unggas di Perancis pada awal 2018. Hal ini menunjukkan komitmen mereka pada solusi desentralisasi.

Pada Oktober, raksasa ritel ini mengumumkan bahwa mereka bergabung dengan Food Trust berbasis blockchain yang dikeluarkan oleh IBM, yang diciptakan pada 2016. Sejak perilisan ujicoba pada Agustus, beberapa ritel dan perusahaan besar bergabung, seperti Nestle SA, Unilever NV, dan Walmart.

Perusahaan lain dengan rantai pasokan besar juga sering mengaplikasikan blockchain untuk meningkatkan transparansi, memotong biaya, dan mengurangi waktu yang dihabiskan dalam pengiriman makanan. Misalnya, Walmart menggunakan sistem pelacakan blockchain dari peternakan ke toko untuk sayuran hijau mereka. Sementara itu, gerai salad di AS, Sweetgreen, berencana untuk mengikuti asal salad mereka dengan cara yang sama.

Sementara itu, empat perusahaan komoditas pertanian terbesar di dunia, dikenal dengan sebutan ABCD, menggunakan blockchain dan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoperasikan proses eksekusi gandum dan biji minyak mentah, yang dianggap sebagai bagian manual dan mahal dari rantai pasokan.

Sumber: Cointelegraph

Felita Setiawan

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.

Mengenal industri Blockchain dan Crytpo sejak tahun 2017, Felita berfokus dalam mengedukasi masyarakat Indonesia untuk lebih mengenal dan mendapatkan manfaat dari aset digital.