Bursa Kripto Korea Selatan UpBit Kehilangan Rp719,2 Miliar!

anisa giovanny     Thursday, November 28 2019

Bursa Kripto asal Korea Selatan UpBit dipastikan telah kehilangan cryptocurrency senilai US$342.000 setara dengan Rp719,2 miliar. Ini terjadi pada 27 November 2019 pukul 13.00 waktu setempat.

UpBit mengonfirmasi kejadian tersebut di sebuah postingan blog, bahwa ada 16 transaksi dana yang ditransfer ke address ETH dan belum diketahui identitas pemiliknya.

“Kami memastikan bahwa memang terjadi transfer ke wallet yang tidak diketahui, kerugian akan ditanggung oleh aset UpBit,” ujar Lee Seok Woo, CEO dari Dunamu.

Sementara itu kegiatan penyimpanan dan penarikan akan ditangguhkan sebagai tindakan pencegahan. Diperkirakan butuh waktu dua minggu untuk memulihkan kembali layanan di UpBit.

Transaksi Mencurigakan

Menurut situs pelacakan transaksi Whale Alert, ether yang hilang senilai $49 juta dikirim dari wallet UpBit ke alamat ethereum yang tidak diketahui. Dimulai dengan kode 0xa09871, terjadi  pada Rabu sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

30 menit kemudian, UpBit mengumumkan bahwa mereka telah menangguhkan sementara penarikan dan penyetoran dengan alasan pemeliharaan server. 

Melansir dari Coindesk ada  cryptocurrency bernilai dari $100 juta telah dikirim dari UpBit kemarin. Namun, bursa mengatakan semua transaksi lain, selain dari outflow ethereum yang abnormal adalah pertukaran yang melakukan perpindahan aset kripto dari hot wallet ke cold wallet untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Transaksi mencurigakan berlanjut sekitar 14.00 waktu setempat. Di mana ada 10 transaksi masing-masing bernilai $1,51 juta tron ​​(TRX), serta $3,5 juta di BitTorrent (BTT), dan telah dikirim ke alamat blockchain yang tidak diketahui, menurut Whale Alert.

Setelah itu, transaksi senilai $8,7 juta stellar (XLM), $1,08 juta di OmiseGo (OMG), $22 juta di EOS, dan status $3,4 juta (SNT) dikirim dari wallet Upbit ke wallet Bittrex crypto exchange.

Upbit pada awalnya diluncurkan sebagai kemitraan antara Bittrex dan pembuat aplikasi Korea Selatan Dunamu, yang didukung raksasa pengiriman pesan Kakao.

Baca Juga : 12 Situs Trading Bitcoin Indonesia Terbaik Di Pasar Kripto 2019

UpBit Bukan Bursa Pertama yang Diretas

Kejadian yang menimpa UpBit ini menandai peretasan ke delapan pada bursa kripto di tahun ini, hingga sekarang sudah ada $1,44 miliar yang telah dicuri menurut penelitian The Block.  

Awal bulan ini, pertukaran kripto yang berbasis di Vietnam, VinDx diretas dan kehilangan setidaknya $500.000 cryprocurrency. Pada bulan Juli, Bitpoint di Jepang kehilangan sekitar $32 juta cryptocurrency, termasuk XRP. 

Kemudian, bursa kripto yang berbasis di Singapura juga mengalami peretasan dan kehilangan $4,3 juta pada token XRP dan Cardano (ADA). Bursa kripto lainnya yang terkena peretasan diantara lain adalah Binance, Bithumb, DragonEX dan Cryptopia.

Sumber