Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Industri · 8 min read

Blok BRICS yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sedang meletakkan dasar bagi sistem pembayaran berbasis blockchain. Pengumuman ini muncul pada saat negara-negara BRICS secara aktif berupaya mengurangi ketergantungan mereka pada dolar AS.
Menurut ajudan Kremlin Yury Ushakov dalam sebuah wawancara dengan TASS (5/3/2024), penciptaan sistem pembayaran BRICS independen yang memanfaatkan teknologi digital dan blockchain adalah tujuan yang sangat penting.
Ushakov menegaskan bahwa sistem pembayaran independen BRICS adalah “tujuan penting untuk masa depan” karena didasarkan pada “alat canggih seperti teknologi digital dan blockchain.”
“Hal utama adalah memastikan hal ini nyaman bagi pemerintah, masyarakat umum, dan dunia usaha, serta hemat biaya dan bebas politik,” jelas Ushakov.
Baca juga: 5 Aset Kripto Performa Terbaik di Februari 2024
Pekan lalu, sebuah laporan mengungkapkan aliansi Kementerian Keuangan Rusia dengan kelompok BRICS untuk memperbaiki sistem moneter dan keuangan internasional.
Kolaborasi ini juga bertujuan untuk menciptakan platform pembayaran multisisi BRICS Bridge untuk “mendekatkan pasar keuangan negara-negara anggota BRICS dan meningkatkan perputaran perdagangan timbal balik.”
Pekan lalu, laporan TASS lainnya mengatakan Kementerian Keuangan Rusia, Bank Rusia dan mitra BRICS akan menciptakan platform pembayaran multisisi BRICS Bridge dalam upaya meningkatkan sistem moneter global.
Baca juga: Mengenal BRICS dan Pengaruhnya Terhadap Bitcoin
Sesuai laporan, negara-negara BRICS telah mencari opsi untuk menggantikan USD dalam perdagangan internasional. Selain itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa negara-negara tersebut tidak menggunakan dolar tetapi mata uang lokalnya untuk bertransaksi.
Inisiatif rubel digital Rusia merupakan contoh komitmen blok tersebut terhadap inovasi dan kemandirian keuangan. Dirancang untuk memfasilitasi penyelesaian lintas batas, rubel digital dapat meningkatkan posisi keuangan global Rusia sekaligus menawarkan cetak biru bagi negara-negara lain yang berupaya memitigasi dampak sanksi Barat.
Baca juga: Wakil Menteri Rusia Sebut 20 Negara Daftar Aliansi BRICS
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.