Brave Serang Google, Ungkit Permasalahan Privasi

Naufal Muhammad

23rd June, 2021

Brave (BAT), crypto yang memberikan jasa platform situs pencarian atau browser dikabarkan kembali menyerang Google terhadap permasalahan privasi.

Situs pencarian Google selalu merekam jejak penggunanya yang membuatnya memiliki data pengguna untuk keuntungan pribadi.

Hal tersebut dianggap sebagai permasalahan privasi oleh banyak pihak, dan Brave ingin menjadi solusi untuk permasalahan tersebut.

Brave Serang Masalah Privasi Google

Walau ingin menjadi solusi terhadap permasalahan privasi ini, Brave masih menghadapi permasalahan yaitu dalam sisi akuisisi pangsa pasar.

Saat ini 90% dunia digital masih menggunakan Google sebagai alat pencarian utamanya, dan hal tersebut membuat Brave kesulitan untuk masuk ke pasar secara besar.

Walau begitu, Brave tetap yakin banyak pihak yang akan masuk ke platformnya karena terganggu oleh permasalahan ini.

Dalam pengumuman pada 22 Juni 2021, Brave menyatakan bahwa platform pencarian versi barunya yang lebih menjunjung tinggi privasi telah diluncurkan.

Situs tersebut masih dalam tahap Beta atau masih dalam tahap versi uji coba terakhir sebelum masuk ke versi terbaiknya.

Pengguna yang ingin mencoba menggunakan situs pencarian tersebut dapat membuka situs search.brave.com untuk mencari apa pun di internet tanpa diketahui pihak ketiga.

Situs pencarian ini juga akan memiliki pilihan “Google fallback mixing” dimana pengguna dapat menemukan hasil pencarian yang juga terdapat jika mereka menggunakan Google.

Saat ini Brave mengabarkan bahwa situsnya belum akan menerima publikasi untuk iklan, namun ke depannya akan ada versi baru yang akan mengintegrasikan Token utamanya yaitu BAT.

Nantinya BAT akan digunakan untuk biaya pembayaran dan imbalan untuk pihak yang mau melihat atau menampilkan iklan, hampir mirip dengan versinya saat ini namun diperbarui.

Desentralisasi Terus Meningkat

Kemajuan ini dapat menjadi tanda mayoritas masyarakat mulai membutuhkan adanya platform yang lebih transparan dan lebih menjunjung privasi.

Brave juga menjadi salah satu contoh nyata bagaimana dunia crypto yang menjunjung tinggi desentralisasi mulai terus meningkat.

Salah satu pihak eksekutif Brave, Brendan Eich, yang sebelumnya memimpin Mozilla dan Firefox, menyatakan bahwa platformnya akan menjadi satu hal yang besar di dunia situs pencarian.

Saat ini fokus utamanya adalah untuk membuat semakin banyak orang menggunakan Brave sebagai platform situs pencariannya.

Lama-kelamaan, ia menyatakan bahwa Brave akan terus maju untuk berkompetisi bahkan mengalahkan Google akibat masalah privasi yang sebelumnya dibahas.

Saat ini pengguna Brave berada di angka 32 Juta pengguna per bulan. Sayangnya angka ini masih jauh lebih kecil dari Google.

Menurut data dari Statcounter, Google saat ini masih menguasai pasar dengan dominasinya di angka 92,2% dari keseluruhan pangsa pasar.

Saat ini juga terdapat beberapa platform situs pencarian yang menjaga privasi pengguna seperti salah satu yang memimpin yaitu Duck-Duck-Go.

Platform tersebut memiliki hampir 100 Juta pengguna per bulan namun juga masih kalah terhadap Google yang terus mendominasi.

Namun, semakin banyak pihak yang sadar akan masalah privasi ini, kemungkinan besar semua dominasi Google akan dapat berubah.

Tapi perubahan ini nampaknya butuh waktu yang cukup panjang terutama melihat adopsi crypto yang masih di tahap awal.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.