Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 7 min read

Perusahaan pemberi pinjaman kripto BlockFi sementara memberhentikan layanan penarikan karena masalah yang terjadi dengan FTX dan Alameda.
Dalam pengumuman resmi 11 November, BlockFi mengumumkan bahwa mereka akan menangguhkan layanan penarikan, dan meminta pelanggan untuk tidak menyetor dana dan akun bunga mereka ke dalam wallet BlockFi untuk saat ini.
Alasan utama dalam pemberhentian sementara, karena situasi FTX.com, FTX US, dan Alameda yang saat ini masih belum jelas membuat BlockFi tidak bisa beroperasi normal.
Sementara, dalam pemberitahuan tersebut BlockFi tidak menyebutkan masa penangguhan layanan, sehingga membuat pelanggan mereka agak khawatir tentang kemungkinan risiko kehilangan aset, karena perusahaan dikenal sebagai entitas komersial independen dari FTX.
BlockFi yang terkena imbas dari FTX ini sebetulnya bukan hal yang mengagetkan, sebab pada Juli 2022, BlockFi telah menyetujui kesepakatan akuisisi potensial dengan FTX, dengan memberikan BlockFi kredit senilai $400 juta.
Sementara pendiri dan Chief Operating Officer Flori Marquez juga menambahkan bahwa semua produk BlockFi beroperasi penuh, sehingga entitas independen hingga Juli 2023.
Marquez menegaskan bahwa kesepakatan itu adalah “entitas bisnis independen” dan mencatat bahwa kesepakatan pemberi pinjaman dengan FTX AS, bukan FTX internasional.
“Perjanjian fasilitas kredit dengan FTX ini memberi BlockFi akses ke modal yang selanjutnya meningkatkan neraca dan kekuatan platform kami,” tweet BlockFi.
Baca Juga: Reuters Ungkap Krisis FTX Dimulai dari Kasus Voyager dan 3AC
Persyaratan ini termasuk BlockFi yang menerima izin dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk mengoperasikan layanan yang menghasilkan hasil di AS; mencapai setidaknya $10 miliar aset klien pada saat FTX US menggunakan opsinya dan pendapatan tahunan BlockFi, dilansir dari Coindesk, Jumat (11/11/2022).
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.