Bitcoin Kembali ke $40.000, Grayscale Diduga Jadi Penyebab

Naufal Muhammad

15th January, 2021

Beberapa data menandakan bahwa apresiasi Bitcoin ke $40.000 yang baru saja terjadi dan semakin kuat adalah penyebab dari investor institusional, Grayscale. Apresiasi saat ini diprediksi akan sangat bergantung pada investor institusional akibat kelangkaan yang diciptakan.

Grayscale Diduga Menjadi Penyebab Apresiasi Bitcoin

Dalam hanya 48 Jam setelah Grayscale membuka kembali jasanya kepada investor baru di tanggal 13 Januari 2021, harga Bitcoin terlihat naik kembali. Apresiasi ini berhasil membawa Bitcoin kembali ke $40.000 walau sedang terkoreksi, akibat harganya yang naik 20% dari zona konsolidasi sebelumnya.

Di saat yang bersamaan, Grayscale terlihat menambah sekitar 4.618 Bitcoin ke dalam portofolio investasinya dengan total nilai $182 Juta. Jika digabungkan dengan pembelian kuartal kemarin sebesar $3,3 Miliar, saat ini portfolio investasi crypto Grayscale berada di sekitar $27,6 Miliar.

Baca juga: Grayscale Tambah Rp4,4 Triliun Aset Crypto ke dalam Portofolio

Apresiasi tidak hanya terlihat pada Bitcoin akibat mayoritas pasar crypto juga naik sekitar $137 Miliar. Akibatnya saat ini kapitalisasi pasar dari keseluruhan pasar crypto telah naik kembali melewati $1 Triliun.

Kelangkaan Terus Meningkat

Dengan naiknya permintaan dari investor institusional, kelangkaan Bitcoin menjadi terus meningkat setiap harinya. Bukti nyata kelangkaan ini terlihat kemarin pada bursa eToro yang dikabarkan mengalami permasalahan likuiditas pada bursa cryptonya .

Akibatnya eToro mengumumkan bahwa bursanya akan membatasi perdagangan atau trading dengan menggunakan margin atau leverage. Selain itu, bursa tersebut juga akan membatasi transaksi beli di akhir pekan untuk menyesuaikan dengan persediaan cryptonya.

Baca juga: Grayscale Kini Miliki Setengah Juta Bitcoin!

Sejak halving tahun lalu, sekitar 900 Bitcoin berhasil ditambang setiap harinya. Menurut data dari Glassnode, secara rata-rata hanya sepertiga dari hasil penambangan tersebut yang dikirimkan ke pasar melalui bursa-bursa sejak Juli 2020.

Peran Besar Institusi

Di saat yang sama, Grayscale telah membeli sekitar 224.930 Bitcoin yang berarti sama dengan 1.200 Bitcoin per hari secara rata-rata. Mengingat Grayscale hanya salah satu contoh dari banyaknya institusi yang melakukan pembelian, persediaan Bitcoin dan crypto terlihat akan menyusut dengan cepat.

Namun walaupun begitu, tidak semua data menunjukkan bahwa investor institusional memiliki peran yang besar terhadap pergerakan harga di pasar crypto. Salah satu bukti nyata insignifikasi ini adalah dari Reksadana Ethereum Grayscale yang mengalami penurunan dalam ketertarikan dibanding bulan lalu.

Baca juga: Mengenal Reksadana Bitcoin Melalui Grayscale Bitcoin Trust

Jumlah dana yang dikelola oleh Grayscale melalui Reksadana Ethereumnya terlihat berkurang sekitar 6.036 sejak 9 Desember 2020 saat mencapai jumlah tertingginya dii 2,94 Juta ETH. Di saat yang bersamaan, Bitcoin naik sekitar 116% dan Ethereum naik lebih dari 122%.

Hal ini menunjukkan bahwa walau terjadi penurunan dalam dana kelolaan institusi, harga aset crypto tersebut tetap bisa naik. Namun contoh tersebut hanya satu contoh yang masih dapat dikalahkan dengan hipotesis bahwa apresiasi terjadi kuat akibat institusi yang membeli dalam jumlah besar.

Artikel selengkapnya dapat dibaca di sini

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.