Data Derivatif Tunjukkan Bitcoin Gagal Tembus $43.000, Ini Prediksi Analis

Naufal Muhammad

23rd March, 2022

Pasar crypto terlihat bergerak naik cukup signifikan di awal pekan akhir Bulan Maret 2022 ini setelah banyaknya prediksi koreksi. 

Mayoritas crypto bergerak naik bersama Bitcoin yang sempat menyentuh $43.000 dan membuat banyak investor percaya terhadap pergerakan pasar yang dianggap mulai pulih.

Namun walau saat ini bergerak positif, beberapa analis menyatakan bahwa harga Bitcoin saat ini diprediksi akan turun.

Prediksi ini didasarkan oleh data pasar derivatif yang menunjukkan kemungkinan koreksi setelah Bitcoin menyentuh $43.000. 

Pasar Crypto Diprediksi Kembali Koreksi 

Bitcoin terlihat mengalami apresiasi yang cukup signifikan sejak akhir pekan lalu dengan banyaknya sentimen positif. 

Mulai dari rancangan regulasi terkait crypto di Amerika yang semakin jelas, hingga Goldman Sachs yang mulai mengadopsi crypto, sentimen positif mulai beredar dan mendorong kepercayaan investor untuk naik kembali. 

Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan bahkan melebihi 5% dan berhasil melikuidasi lebih dari $150 Juta dari trader yang membuka posisi short. 

Beberapa crypto juga bergerak naik signifikan seperti Ethereum Classic yang naik hingga 70% dalam satu pekan terakhir. 

Mayoritas altcoins juga bergerak naik lebih dari 8% yang membuat banyak trader dan investor percaya terhadap pergerakan harga. 

Kepercayaan ini juga ditunjukkan oleh banyaknya trader yang masih membuka posisi dengan margin.

Umumnya saat banyak margin yang digunakan, yaitu meminjam crypto untuk membuka posisi, mayoritas trader sedang positif harga akan naik. 

Data dari OKEx menunjukkan bahwa margin terhadap Bitcoin terlihat mengalami apresiasi. 

Data Derivatif Tunjukkan Bitcoin Gagal Tembus $43.000, Ini Prediksi Analis

Grafik tersebut menunjukkan rasio antara Bitcoin dan USDT dalam margin dimana jika bergerak turun maka lebih banyak pinjaman Bitcoin. 

Baca juga: Cara Margin Trading untuk Pemula

Dapat dilihat bahwa saat ini lebih banyak pinjaman dalam BTC dibandingkan USDT yang umumnya menandakan kepercayaan terhadap pasar. 

Hal ini disebabkan umumnya menggunakan Bitcoin sebagai margin lebih berisiko jadi lebih sedikit yang akan menggunakannya saat kepercayaan terhadap harga sedang menurun.

Walau volumenya terus turun sejak pekan lalu, saat ini pasar masih positif, tapi menurunnya volume margin menjadi alasan mengapa analis prediksi harga akan kembali turun. 

Pasar Options Prediksi Koreksi 

Saat ini data dari pasar options menunjukkan bahwa kondisi harga Bitcoin masih belum berada di daerah yang sangat positif. 

Pandangan tersebut diambil dari data 25% delta skew seperti pada grafik di bawah yang menunjukkan sentimen trader terhadap harga. 

Saat ini data berada di bawah 8% yang menjadi tanda positif dalam jangka panjang akibat trader percaya harga akan naik. 

Data Derivatif Tunjukkan Bitcoin Gagal Tembus $43.000, Ini Prediksi Analis

Namun saat ini kondisi belum sepenuhnya positif akibat masih berada dekat dengan 8% yang umumnya menandakan kondisi netral dalam jangka pendek. 

Kondisi netral ini menandakan bahwa harga Bitcoin masih dapat bergerak turun yang membuat adanya prediksi dari analis bahwa harga akan turun sebelum kembali. naik. 

Koreksi ini juga akan dibutuhkan untuk menormalisasi pergerakan naik yang telah terjadi sejak pekan lalu. 

Sebab, sejak pekan lalu, mayoritas crypto sudah naik secara signifikan dan belum memberikan koreksi yang signifikan untuk menormalisasi pergerakan.

Dari sisi teknikal, saat ini Bitcoin masih ada dalam zona apresiasi yang cukup signifikan. 

Namun jika mengalami koreksi, ada kemungkinan batas bawah yang menjadi tujuannya adalah $39.000.

Batas bawah tersebut merupakan batas bawah yang relatif kuat dalam zona konsolidasi jangka panjang antara $45.000 dan $35.000.

Selama batas bawah pada $39.000 masih terjaga, kemungkinan besar Bitcoin masih akan bergerak naik dalam jangka panjang dan keluar dari konsolidasi. 

Data Derivatif Tunjukkan Bitcoin Gagal Tembus $43.000, Ini Prediksi Analis

Kemungkinan koreksi ini juga dilengkapi dengan adanya beberapa pengumuman data sektor riil dan pidato dari The Fed yang akan terjadi pada Rabu 23 Maret 2022 hingga akhir Bulan ini. 

Jadi secara sentimen berita, ada kemungkinan Bitcoin akan bergerak turun terlebih dahulu sebelum naik kembali di Bulan April 2022. 

Untuk mulai bergerak naik, banyak analis prediksi Bitcoin harus naik melewati $45.000 sebelum dapat bergerak naik signifikan.

Oleh karena itu selama belum melewati batas atas pada $45.000 kemungkinan Bitcoin masih akan terjebak dalam zona konsolidasi.

*Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.