Bitcoin Catat Kinerja Terburuk di Kuartal Kedua Sejak 2018

Anisa Giovanny

3rd July, 2021

Harga Bitcoin dibuka Q2 di $58.800, turun ke harga saat ini di sekitar $33.000 Menurut data dari situs analitik Skew, pengembalian Bitcoin untuk kuartal dua 2021 berada di level rendah -40%, turun dari 102% untuk kuartal sebelumnya. Dua pengembalian Q2 Bitcoin sebelumnya (untuk 2020 dan 2019) masing-masing adalah 42% dan 157%.

Sejak 2014 ketika Bitcoin mencatat pengembalian Q2 sebesar 33,95%—tidak pernah mencatat pengembalian Q2 lebih rendah dari -6%. Faktanya, Q2 secara tradisional menjadi kuartal positif untuk Bitcoin, dengan cryptocurrency mencatat pengembalian positif pada enam dari delapan kesempatan sejak 2014.

Perjuangan Kuartal Kedua Bitcoin

Ada beberapa alasan di balik penurunan rekor Bitcoin selama tiga bulan terakhir. Masalah lama cryptocurrency unggulan dengan lingkungan menjadi fokus tajam ketika Elon Musk, CEO Tesla dan mantan advokat untuk Bitcoin, mengumumkan bahwa produsen EV akan berhenti menerima pembayaran Bitcoin karena dampak lingkungannya.

“Kami prihatin dengan peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi Bitcoin, terutama batu bara, yang memiliki emisi terburuk dari bahan bakar apa pun,” tweet CEO Tesla pada 12 Mei.

Ia kemblai mengatakan jika Cryptocurrency adalah ide yang bagus di banyak tingkatan dan kami percaya ini memiliki masa depan yang menjanjikan, tetapi ini tidak dapat menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan.

Di tengah dampak dari tweet itu, Bitcoin turun dari $56.000 menjadi $43.000 hanya dalam satu minggu, persentase penurunan sebesar 23%. Sejak tweet Musk, Bitcoin telah berjuang untuk mendapatkan kembali momentum dalam menghadapi dampak negatifnya terhadap lingkungan.

Situasinya pun makin buruk karena Cina yang telah mendominasi penambangan Bitcoin menindak penambangan Bitcoin di seluruh provinsi termasuk Sichuan dan Yunnan.

Sikap pemerintah China terhadap penambangan Bitcoin tidak mengejutkan, mengingat komitmen negara tersebut terhadap netralitas karbon di tahun-tahun mendatang.

Namun, lembaga pembayaran paling terkemuka di China memberikan pukulan tambahan pada cryptocurrency ketika mereka secara kolektif mendukung larangan pemerintah terhadap transaksi crypto, yang telah berlaku sejak 2017.

Raihan Bitcoin Tidak Memuaskan

Tidak semuanya menjadi berita buruk bagi Bitcoin di Q2, tetapi poin tertinggi cryptocurrency dalam beberapa bulan terakhir belum banyak mempengaruhi harganya.

Di awal kuartal, Coinbase salah satu bursa kripto paling terkenal di dunia go public di Nasdaq. Namun, meskipun banyak pengamat crypto menggambarkan ini sebagai momen yang menarik bagi industri, harga Bitcoin kembali ke arah yang salah. Pada 14 April, hari Coinbase go public, Bitcoin dihargai $63.000. Pada akhir bulan, itu turun menjadi $ 53.000.

Hingga kini Bitcoin pun masih berjuang untuk pulih, apakah Bitcoin bisa meraih angka tertingginya kembali di enam bulan ke depan nanti? Kita masih harus menantikannya. Jelasnya, investor tetap harus bijak dan melakukan manajemen risiko ketika ingin jual beli Bitcoin yang masih sangat volatil dan jangan mudah termakan rumor yang ada di industri.

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency