Berita Exchange · 6 min read

Changpeng Zhao dan Binance.US Berikan 3 Argumen untuk Hapus Gugatan SEC

Binance SEC

Binance Holdings (Binance.US) dan Changpeng Zhao mengajukan permohonan kepada Pengadilan Distrik Kolombia untuk menghapus gugatan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Kamis (21/9).

Baca Juga: Binance Kena 13 Tuntutan SEC, CZ Pastikan Dana Pelanggan Aman

Dalam dokumen, kuasa hukum Binance.US menyebutkan tiga argumen mengapa gugatan SEC harus dihapuskan. Pertama, SEC dianggap telah merubah makna undang-undang sekuritas. Mereka melakukan ini dengan mengabaikan kata “kontrak” dalam frasa “kontrak investasi” yang diatur oleh undang-undang.

“Dalam mencoba untuk mengklaim kekuatan regulasi atas industri kripto, SEC mendistorsi teks undang-undang sekuritas,” pernyataan kuasa hukum dalam dokumen pengajuan Kamis (21/9).

Kedua, SEC dinilai berambisi untuk memperluas cakupan yurisdiksinya secara global, termasuk mengatur transaksi di platform kripto asing.

Namun, ini bertentangan dengan keputusan Mahkamah Agung yang telah menetapkan bahwa SEC hanya memiliki wewenang regulasi di dalam Amerika Serikat.

Dalam pernyataan tertulis itu disebutkan SEC juga berusaha memperluas yurisdiksinya secara global untuk mencakup transaksi di platform kripto asing, melanggar preseden Mahkamah Agung yang menyatakan bahwa wewenang regulasi lembaga ini berakhir di batas Amerika Serikat.

Ketiga, SEC mencoba menuntut tanggung jawab atas penjualan aset kripto yang terjadi bahkan sebelum mereka memberikan panduan publik tentang kripto.

SEC disebut mengejar teori-teori baru ini secara surut, berusaha untuk memaksakan tanggung jawab atas penjualan aset kripto yang terjadi sejak Juli 2017, sebelum SEC memberikan panduan publik apa pun mengenai mata uang kripto.

Binance US dan Changpeng Zhao berpendapat bahwa SEC tidak memiliki wewenang hukum untuk melakukan ini, dan mereka memohon agar gugatan ini dibatalkan.

Selain permohonan penghapusan gugatan SEC, Binance.US juga mengajukan tuntutan terpisah sebanyak 56 halaman pada hari yang sama.

Tentang Gugatan Hukum SEC Kepada Binance.US

SEC mengajukan gugatan terhadap Binance.US dan CEO Binance Changpeng Zhao pada Senin (5/6). SEC menuduh Binance.US atas penawaran sekuritas yang tidak terdaftar dan operasi ilegal di Amerika Serikat.

Sejak gugatan SEC diajukan ke pengadilan, operasional Binance US tetap berjalan normal dan tidak dibekukan. Namun, volume perdagangan Binance.US anjlok hingga 98% terhitung dari September 2022.

Baca Juga: Aset Binance.US Aman dari Pembekuan Usai Sepakat dengan SEC

Penurunan volume perdagangan ini berimbas pada pemutusan hubungan kerja (PHK) 30% karyawan Binance di seluruh dunia. Selain itu, CEO Binance.US, Brian Shroder juga memutuskan untuk mengundurkan diri pada Selasa (12/9).

Baca Juga: 4 Faktor Ini Perkuat Dugaan Binance.US akan Tutup Operasional

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.