Bank Sentral Cina Hampir Siap Luncurkan Digital Yuan

Anisa Giovanny

26th March, 2020

Bank sentral Cina selangkah lebih dekat untuk mengeluarkan mata uang digital resminya. Menurut sumber anonim yang dilansir dari Global Times, PBoC telah bekerja sama dengan perusahaan swasta, telah menyelesaikan pengembangan fungsi dasar mata uang digital berdaulat dan sekarang sedang menyusun undang-undang yang relevan untuk membuka jalan bagi peredarannya.

Karena semakin banyak bank sentral di seluruh dunia yang memangkas suku bunga menjadi nol  di tengah pandemi coronavirus (COVID-19), Cina pun harus mempercepat peluncuran mata uang digitalnya. Karena uang digital yang berbasis kriptografis ini adalah alat paling mudah untuk menerjemahkan kebijakan suku bunga nol dan negatif bank sentral ke bank komersial.

Alipay, cabang keuangan perusahaan teknologi China, Alibaba, dilaporkan menerbitkan lima paten terkait mata uang digital resmi Tiongkok dari 21 Januari hingga 17 Maret.

Paten tersebut mencakup beberapa bidang mata uang digital, termasuk penerbitan, pencatatan transaksi, dompet digital, dukungan perdagangan anonim dan bantuan dalam mengawasi dan berurusan dengan akun ilegal.

Sumber anonim itu juga menginfokan jika paten pun menyangkut fungsi dasar mata uang digital, termasuk sirkulasi, pembayaran, penerbitan dan fungsi anti pencucian uang.

“Dilihat dari paten, langkah pertama pengembangan teknologi pada dasarnya telah selesai,” kata sumber tersebut.

Namun dia mencatat bahwa langkah selanjutnya, yang melibatkan undang-undang mata uang digital dan bekerja sama dengan regulator perbankan dan asuransi dalam pengawasan, bisa lebih panjang, yang menimbulkan ketidakpastian untuk tanggal pasti peluncuran.

Baca juga: Cina Ajukan 84 Paten untuk Mata Uang Digitalnya

Perusahaan Swasta Berpartisipasi dalam Digital Yuan

Global Times  sempat melaporkan sebelumnya bahwa sejumlah perusahaan swasta, sebagian besar berbasis di Shenzhen, Provinsi Guangdong Cina Selatan, seperti Alibaba, Tencent, Huawei dan China Merchants Bank, telah berpartisipasi dalam pengembangan mata uang digital Yuan.

Cao Yan, direktur pelaksana Digital Renaissance Foundation, mengatakan bahwa dalam hal pengembangan, lebih efisien bagi bank sentral Cina untuk bekerja dengan lembaga-lembaga swasta yang telah mengumpulkan pengalaman yang kaya dalam teknologi blockchain dan pembayaran pihak ketiga.

Cao percaya bank sentral China harus mempercepat peluncuran mata uang digitalnya dalam menghadapi pandemi covid-19  karena wabah virus global itu telah mendorong bank sentral seperti Bank Sentral Eropa dan Bank Jepang untuk memangkas suku bunga acuan mendekati nol.

“Jika ada kemungkinan Cina mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunganya ke wilayah negatif sebagai opsi terakhir dan mengarahkan kebijakan seperti itu ke pinjaman komersial dan pinjaman, mata uang digital yang beredar (M0)akan dapat mencapai itu,”pungkasnya dilansir dari GlobalTimes.

Sumber

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency