Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Bank Raiffeisen Bersama Perusahaan Blockchain Uji Transfer Mata Uang Digital Nasional

Wafa Hasnaghina     Monday, May 25 2020

Sebuah laporan baru menginformasikan bahwa Bank Internasional Raiffeisen yang berasal dari Austria telah melakukan uji transfer mata uang digital nasional end-to-end bersama dengan Billon, sebuah perusahaan yang berfokus pada jaringan blockchain. Sebuah pilot telah beroperasi sebagai bagian dari upaya peluncuran platform tokenisasi bank, atau yang dijuluki RBI Coin, dan akan bersiap untuk dirilis secara resmi pada akhir tahun ini.

Raiffeisen Bank Menguji Platform Tokenisasi 

Laporan pada 18 Mei 2020 menyatakan Billon telah mengembangkan platform tokenisasi selama program Elevator Lab bank, yang berakhir pada 5 Maret lalu. Sistem ini memungkinkan organisasi perbankan untuk menggunakan metode transfer yang memberikan lebih banyak kepastian pada status pembayaran, peningkatan kecepatan, pengurangan expectation handling, dan kemampuan untuk mengurangi persyaratan pelanggan.

Keberhasilan tahap pengujian dari transfer mata uang nasional digital ini memungkinkan kedua entitas untuk memperluas platform tokenisasi menjadi sebuah proyek pilot penuh. Hal ini akan mencakup klien korporasi dan institusional terpilih.

Dengan menggunakan sistem Digitized Distributed Cash Billon, platform tokenisasi bertujuan untuk “menunjukkan bagaimana perusahaan dapat meningkatkan manajemen likuiditas, kecepatan, dan ketersediaan transfer dana lintas negara dan memfasilitasi proses bisnis baru.”

Setelah diluncurkan pada akhir tahun 2020 nanti, platform percontohan ini akan memberikan transparansi penuh dengan melengkapi transaksi e-money dengan dokumen atau data tambahan. Pada saat itu terjadi, Raiffeisen Bank sudah dapat memperluas jangkauan proyek ini di negara-negara CEE (Eropa Tengah dan Timur) di mana ia beroperasi.

Sementara manfaat end-to-end yang akan tetap tersedia setelah pilot ini selesai, Billon “berharap akan ada banyak bank meningkatkan pengalaman pelanggan, membedakan penawarannya, dan mencapai efisiensi proses dan biaya dalam beberapa kategori.”

Baca juga: Bank Sentral Berlomba-lomba Terbitkan Mata Uang Digital!

Blockchain dan Perbankan

Laporan ini juga mencatat ada tren yang berkembang di kalangan bank komersial dan bank sentral untuk mengembangkan arsitektur blockchain baru yang tetap taat pada peraturan pembayaran dan data. Dengan demikian, inisiatif baru berbasis blockchain oleh Billon dan Raiffeisen Bank ini merupakan langkah ke arah yang tepat, dan diharapkan akan ada lebih banyak proyek serupa dapat segera memasuki dunia perbankan.

“Billon adalah contoh hebat dari fintech yang memahami cara mengadaptasi blockchain untuk melayani kebutuhan bank dan klien mereka. Secara khusus, selama situasi COVID-19, bank perlu bermitra dengan perusahaan-perusahaan fintech untuk berinovasi lebih cepat, membantu klien dengan pemrosesan pembayaran, dan juga kebutuhan likuiditas.” ujar Stefan Andjelic, Ketua Blockchain Hub pada Raiffeisen Bank International.

Menurut laporan baru-baru ini yang disusun oleh Bank for International Settlements (BIS), uang tunai fisik dapat mengirimkan berbagai jenis virus dan bakteri, termasuk COVID-19. Oleh karena itu, terdapat desakan pada bank untuk menggunakan metode digital transaksi pembayaran, termasuk mata uang digital bank sentral (CBDC).

Informasi selengkapnya bisa dilihat di sini