Bawa Kabur $2,6 Juta, Baller Ape NFT Dituntut Pemerintah Amerika

Naufal Muhammad

3rd July, 2022

Seorang developer dari proyek NFT dikabarkan dapat menerima masa penjara dari Kementerian Kehakiman Amerika hingga 40 tahun.

Hal ini disebabkan adanya kegiatan penipuan yang membuat banyak investor mengalami kerugian hingga lebih dari $2 Juta. 

Developer NFT Baller Ape Dituntut Pemerintah 

Developer dari proyek NFT Baller Ape yang dikabarkan telah melakukan penipuan melalui rug pull dan kabur dengan pendapatan proyeknya sebesar $2,6 Juta. 

Penipu tersebut saat ini telah tertangkap dan akan dituntut oleh Kementerian Kehakiman Amerika dengan hukuman hingga 40 tahun di penjara. 

Penipuan ini terjadi pada tahun 2021 dimana developer utama Baller Ape NFT, Le Anh Tuan, dari Vietnam berhasil membuat proyeknya terkenal dan dibeli banyak investor NFT.  

Hingga saat ini, Baller Ape NFT adalah penipuan NFT terbesar yang pernah ada akibat dana yang didapatkan penipuan ini. 

Kasus ini juga salah satu kasus yang rumit dan masih terus dalam tahap penyelidikan sehingga terus mendapatkan tuntutan kesalahan baru. 

Developer utama dan pemilik proyek NFT ini, Le Anh Tuan, dikabarkan dituntut atas dasar penipuan dan pencucian uang. 

“Menurut hasil penyelidikan, satu hari setelah Baller Ape NFT berhasil terjual, Tuan dan tim melakukan rug pull dengan mengakhiri proyek secara dadakan, menghapus situs resmi, dan mencuri uang investor.” Ujar perwakilan Kementerian Kehakiman Amerika. 

Tuan juga dituduh melakukan pencucian uang dengan metode “chain-hopping” dimana ia memindahkan dana yang ia curi ke beberapa blockchain untuk mempersulit pelacakan. 

Ia juga mengubah dana yang ia curi ke beberapa crypto untuk mempersulit pelacakan dan menyebar dananya ke beberapa wallet

Banyak Kasus Crypto Lain  

Baller Ape NFT bukan satu-satunya proyek yang sedang dituntut oleh Kementerian Kehakiman Amerika saat ini. 

Sebab, dalam publikasi tuntutan hukum yang diberikan, terdapat enam tersangka dalam empat kasus, dan Baller Ape NFT adalah satu dari empat kasus tersebut. 

Seluruh kasus ini adalah kasus penipuan yang mengaitkan atau mengatasnamakan sebuah proyek crypto. 

EmpiresX, perusahaan investasi crypto sedang mengalami tuntutan dari pemerintah Amerika karena mengadakan penjualan saham secara ilegal. Perusahaan ini juga dituduh melakukan pencucian uang. 

Terlibat dengan kasus ini adalah perusahaan Titanium, penyedia jasa infrastruktur blockchain, karena memberi testimoni dan informasi palsu. 

Perusahaan ini melakukan penipuan dengan cara mengaku memiliki hubungan dengan pemerintah Amerika dan perusahaan Apple untuk membuat kredibilitas palsu saat melaksanakan penjualan koin awalnya atau Initial Coin Offering

Terakhir adalah Circle Society yang sedang mengalami tuntutan atas dasar penipuan terkait crypto. 

Perlu diketahui bahwa dengan masuknya crypto ke bear market, akan banyak perusahaan terkait crypto yang tertangkap atas manipulasi atau penipuan. 

Hal ini disebabkan dengan berakhirnya bull market, seluruh keuntungan akan berkurang dan fenomena keuntungan yang sebelumnya digunakan sebagai pelindung operasional penipuan dan manipulasi akan hilang. 

Sehingga saat ini dapat dimanfaatkan untuk investor dan calon pemilik proyek untuk belajar bagaimana membangun dan memilih proyek yang baik serta menjauhi pelanggaran hukum namun tetap mengadopsi inovasi. 

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.