Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Blockchain · 5 min read
Mata uang digital bank sentral semakin digandrungi. Bank Sentral Bahama pada 21 Oktober 2020 secara resmi meluncurkan mata uang digital bank sentral (CBDC) berbasis blockchainnya sendiri.
Koin ini disebut Sand Dollars. Nantinya, Sand Dollars akan menjadi representasi kriptografi dari dolar Bahama. Koin ini akan dicetak dan diatur langsung oleh bank sentral negara dan hanya dapat digunakan untuk pembayaran domestik. Tidak hanya itu, koin ini akan terintegrasi dan menghubungkan semua jenis pembayaran melalui jaringan blockchain di negara kepulauan Karibia tersebut.
Hari ini menandai “perilisan bertahap” dari Sand Dollars ke publik. Dilansir dari Decrypt, bank sentral negara tersebut mengatakan lebih dari 385.000 warga Bahama sudah dapat mendaftarkan akun pada Project Sand ini dan mulai memproses transaksi.
“Mereka sudah bisa mendaftarkan diri hari ini. Dan begitu mereka memiliki wallet Sand Dollar, mereka sudah bisa mulai bertransaksi, baik untuk masyarakat umum maupun trader,” ujar salah satu petinggi bank. Sebelum tahap perilisan hari ini, uji coba skala kecil telah dilakukan sejak Desember 2019 lalu.
Dengan perilisan resmi ini juga, bank sentral mengesahkan enam lembaga keuangan resmi Project Sand yaitu Omni Financial, Kanoo, SunCash, Cash N Go, Mobile Assist, dan Money Maxx. Selain itu, akan ada banyak lagi daftar lembaga keuangan yang terdaftar dalam white list.
Perancangan Mata Uang Digital Bank Sentral ini akan melengkapi sistem uang tunai dan meningkatkan sistem pembayaran yang ada di negara tersebut.
Dilihat dari paper bagia FAQ pada proyek tersebut, Project Sand mengklaim bahwa sistem pembayaran negara ini akan bebas biaya, ditambah jaringan dengan protokol enkripsi tingkat tinggi, dan standar KYC/AML yang mutakhir.
Tidak hanya Bahama, dalam masalah Mata Uang Digital Bank Sentral, Tiongkok berada di depan dari semua negara di dunia. Dengan luas negara yang berkali lipat dari kepualaun Bahama, Tiongkok sudah mulai mengaktifkan Yuan Digital di negaranya.
Menurut laporan bulan Januari lalu, Bank for International Settlements mengabarkan bahwa sekitar lebih dari 80% bank sentral dunia sedang meneliti perancangan Mata Uang Digital Bank Sentral ini.
Baca juga: Bank for International Settlements: Mata Uang Digital Dapat Hasilkan Perubahan Besar
Informasi ini dapat dibaca kembali di sini
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.