Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Asosiasi Bankir: Dolar Digital Beri Federal Reserve Terlalu Banyak Kekuatan

Wafa Hasnaghina     Thursday, July 2 2020

American Bankers Association (ABA), sebuah konsorsium swasta bank-bank di Amerika, mengatakan dalam sebuah kesaksian pada sidang gugus tugas FinTek AS awal bulan ini bahwa mata uang digital bank sentral (CBDC) memberikan kekuatan yang terlalu besar yang dilimpahkan ke tangan Federal Reserve.

Mata uang digital yang dijalankan oleh Fed nanti akan menjadi mata uang yang “melibatkan nilai-nilai sosial dan privasi,” tulisnya dalam pernyataan pada 11 Juni lalu. Namun, kesaksian lain yang diberikan pada sidang Komite Senat hari itu belum ada yang disetujui.

Mata uang digital bank sentral adalah mata uang yang dicetak dan didistribusikan oleh bank sentral. Beberapa desain dalam mata uang digital bank sentral menggunakan teknologi blockchain, walaupun banyak juga CBDC yang tidak bergantung pada teknologi tersebut.

ABA mengatakan mereka tidak ingin membiarkan Federal Reserve menciptakan dolar digital. Alasannya lebih dari yang sudah dijelaskan, bahwa hal itu akan “mengancam model perbankan ritel”. Hal ini mengingat model tersebut adalah salah satu yang sangat diandalkan oleh ABA.

Dolar Digital dan Isu Sosial Ekonomi

Lebih dari itu, kritik yang paling memberatkan adalah CBDC “melibatkan tidak hanya nilai-nilai sosial, tetapi juga privasi.”

CBDC Federal Reserve, sering disebut sebagai “dolar digital” akan mengubah the Fed menjadi “penyedia mata uang, rekening bank, dan layanan pembayaran yang nyaris akan memonopoli bidang ini,” tulisnya.

Baca juga: Proyek Digitalisasi Dolar AS Dimulai?

Konsekuensinya, “Federal Reserve akan dengan cepat dipolitisasi sebagai titik kontrol pusat pemantauan dan berpotensi memiliki kekuatan untuk menampik sebuah transaksi.”

“Untuk perdagangan kontroversial yang diatur di wilayah tersebut seperti ganja dan senjata api, mata uang digital bank sentral akan melibatkan Federal Reserve sebagai wasit nasional isu sosial ini,” tulis asosiasi bankir. “Hak masyarakat untuk bertransaksi tanpa pengawasan bank sentral adalah kebebasan sipil yang dihargai, dijaga dan dilindungi oleh proses yang sesuai dari sektor perbankan swasta yang kompetitif.”

Jadi, siapa yang sebenarnya ditempatkan secara strategis untuk nantinya menjalankan mata uang digital ini? Tentu saja, Bank. Contohnya seperti yang Bank yang membuat asosiasi ABA.

Tidak Semua Setuju Pendapat Asosiasi Bankir

Tidak semua orang setuju. Christopher Giancarlo, mantan ketua CFTC yang mengepalai Proyek Dolar Digital yang baru dibentuk ini, kelompok riset pro-CBDC, berpendapat bahwa dolar digital adalah ide yang bagus.

Baca juga: Bank for International Settlements: Mata Uang Digital Dapat Hasilkan Perubahan Besar

Giancarlo mengatakan dalam kesaksiannya dalam sidang Senat lalu bahwa infrastruktur perbankan saat ini sudah berkarat dan CBDC berbasis blockchain yang dikembangkan bersama dengan industri lain, adalah cara yang harus ditempuh.

Satu dolar digital akan membantu mencairkan paket bantuan kepada orang Amerika yang bangkrut oleh pandemi, kata Giancarlo, dan itu juga akan menjangkau orang-orang Amerika yang kekurangan uang. (Itu juga akan menjunjung tinggi nilai-nilai konstitusional, katanya).

Kongres akan memutuskan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini