Berita Bitcoin · 7 min read

Arus Modal Bitcoin Tembus Rp669 Triliun dalam Sepekan, Didorong Tren FOMO

Rabu, 30 April 2025
bitcoin
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Laporan dari Glassnode baru-baru ini mengidentifikasi adanya lonjakan tajam dalam pergerakan modal spekulatif jangka pendek pada jaringan Bitcoin atau dikenal sebagai hot capital Bitcoin.

Dalam postingan di X pada Selasa (29/4/2025), Glassnode mencatat bahwa jumlah Bitcoin yang berpindah dalam kurun waktu sepekan telah mencapai titik tertinggi sejak awal Februari 2025. Indikator ini merupakan acuan untuk mengukur partisipasi investor jangka pendek.

Per 28 April, volume hot capital mingguan meningkat lebih dari 92% dan mendekati angka US$40 miliar atau setara Rp669 triliun, menunjukkan rekor tertingginya sejak 10 Februari. Dibandingkan dengan titik terendah lokal pada akhir Maret, volume ini telah bertambah sekitar US$21,5 miliar.

Grafik hot capital Bitcoin. Sumber: Glassnode/X

“Ini adalah salah satu kenaikan tercepat dalam realisasi kapitalisasi jangka pendek dalam beberapa bulan terakhir, yang menandakan lonjakan perputaran modal aktif,” tulis Glassnode.

Baca juga: Standard Chartered Optimistis Bitcoin Cetak ATH Baru di Q2 2025

Bull Market Belum Sepenuhnya Kembali, Tapi FOMO Mulai Terlihat

Meski harga Bitcoin saat ini bergerak mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir dan membawa sebagian investor jangka pendek atau Short-Term Holder (STH) kembali ke zona profit, Glassnode menyebut bahwa kebangkitan bull market belum terjadi sepenuhnya.

Dalam laporan analisis Market Pulse pada Senin (28/4/2025), Glassnode mengungkapkan beberapa indikator awal dari gejala Fear of Missing Out (FOMO) mulai muncul. Salah satunya adalah meningkatnya rasio Hot Capital Share, serta membaiknya metrik profitabilitas seperti Percent Supply in Profit sebesar 86% dan Net Unrealized Profit/Loss atau NUPL sekitar 0,53.

“Namun, meskipun aktivitas on-chain seperti volume transfer dan biaya mulai pulih, alamat aktif harian tetap tertekan, menunjukkan bahwa keterlibatan jaringan organik secara penuh masih dalam proses pemulihan,” tulis Glassnode.

Baca juga: MicroStrategy Borong 15.355 Bitcoin, Total Kepemilikan Tembus Rp840 Triliun

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.