Apa itu Distributed Ledger Technology (DLT)?

By Felita Setiawan     Saturday, October 20 2018

Apa itu Distributed Ledger Technology (DLT)?

Ledger (buku besar) merupakan fondasi sistem akuntansi dan secara sederhana adalah sistem pencatatan transaksi uang. Medium pencatatan ini beragam, mulai dari tanah liat di jaman dahulu, kertas, dan kemudian komputer setelah komputer mulai digunakan di tahun 1980 dan 1990. Ledger digital ini kemudian lebih banyak digunakan untuk mencatat daftar dokumen berbasis kertas daripada membuat dokumen digital sendiri. Dokumen-dokumen berbasis kertas sampai saat ini tetap menjadi acuan legal masyarakat, seperti uang, tanda tangan di atas kertas, sertifikat, cap, dan pembukuan.

Terobosan komputer dan teknologi kriptograf, bersamaan dengan penggunaan algoritma baru, mampu menciptakan sistem ledger yang terdistribusi (distributed ledger).

Artikel Terkait: Apa itu Blockchain?

Secara sederhana, sebuah Distributed Ledger adalah sekumpulan database yang dimiliki dan diperbaharui secara independen oleh setiap partisipan (biasa disebut node) dalam sebuah jaringan yang besar. Sistem distribusi ini bersifat unik: catatan tidak diberikan kepada para partisipan oleh sebuah otoritas pusat, tetapi dibuat dan dicatat oleh partisipan masing-masing. Sehingga dengan sistem ini, setiap partisipan di dalam jaringan ikut andil dalam memproses setiap transaksi, membuat beberapa kesimpulan, dan kemudian melakukan voting akan beberapa kesimpulan tersebut sampai sebagian mayoritas setuju dengan kesimpulan yang diambil.

Ketika konsensus sudah tercapai, distributed ledger akan diperbaharui, dan semua partisipan mencatat salinan yang identik dari ledger tersebut. Kerangka ini membuat sistem pencatatan menjadi lebih kuat, melebihi pencatatan database sederhana.

Distributed Ledger adalah sebuah bentuk media yang bersifat dinamis dan memiliki beberapa properti dan kemampuan yang melebihi ledger berbasis kertas yang bersifat statis. Untuk mengetahui lebih lanjut, mengenai hal ini, baca artikel Apa yang Bisa Dilakukan Blockchain? Versi pendeknya, Blockchain dapat membantu membuat dan mengamankan berbagai bentuk interaksi di dunia digital.

Inti dari semua interaksi ini adalah kepercayaan (yang sekarang ini diberikan dengan adanya notaris, pengacara, perbankan, pemerintahan, dll) yang dapat digantikan dengan adanya kerangka dan properti Distributed Ledger.

Penemuan Distributed Ledger merepresentasikan sebuah revolusi dalam bagaimana informasi dikumpulkan dan disebarkan. Ini berlaku bagi kedua data statis (seperti input data), data dinamis (seperti catatan transaksi). Distributed Ledger membantu pengguna dalam menggunakan, memanipulasi, dan mengekstrak nilai dari database – daripada hanya sekedar mengurus database.

Sumber: Coindesk