Coinvestasi (Banner Ads - Promo Coupon)

Berita Regulasi · 8 min read

60 Anggota Kongres AS Usulkan UU Anti CBDC

RUU Anti CBDC di AS

Kongres Amerika Serikat mengusulkan Rancangan Undang-undang yang melarang peluncuran Central Bank Digital Currency (CBDC) dengan alasan perlindungan privasi keuangan warga AS.

Baca Juga: Beda CBDC dan Cryptocurrency

RUU Anti CBDC di AS

Komite Keuangan Amerika Serikat telah menyetujui Rancangan Undang-undang (RUU) Anti Central Bank Digital Currency (CBDC) (20/9). RUU tersebut selanjutnya akan memasuki tahap pemungutan suara di kongres.

RUU Anti CBDC bertujuan untuk mencegah bank sentral AS meluncurkan CBDC. Gagasan regulasi ini pertama kali diperkenalkan ke publik pada Selasa (12/9).

RUU ini telah mendapatkan dukungan dari 60 anggota kongres serta sejumlah asosiasi dalam sektor keuangan dan blockchain. Salah satu anggota kongres yang dengan tegas mendukung RUU ini adalah Majority Whip Tom Emmer.

Tom Emmer pertama kali mengusulkan RUU untuk mengatasi CBDC pada Januari 2022. Kemudian, RUU ini secara resmi diperkenalkan ke hadapan Kongres pada Februari 2023. Selanjutnya, RUU ini dikembangkan dan didiskusikan kembali ke meja kongres pada Kamis (14/9).

Tom Emmer menyebut CBDC berpotensi melanggar data privasi masyarakat AS. Kekhawatiran ini muncul didasari oleh dugaan bahwa CBDC dapat memantau data keuangan pribadi tanpa persetujuan.

“Melalui RUU ini, kami memastikan kebijakan mata uang digital Amerika Serikat berada di tangan rakyat Amerika, bukan di tangan birokrasi pemerintahan. Jika tidak bersifat terbuka, tanpa izin, dan pribadi seperti uang tunai, maka mata uang digital bank sentral hanyalah alat pemantauan gaya Partai Komunis Tiongkok yang dapat digunakan untuk menindas gaya hidup Amerika,” kata Tom Emmer.

Baca Juga: Rupiah Digital Masuk ke Tahap Peninjauan Proof of Concept

Rusia dan Kolombia Soroti Polemik CBDC

Polemik CBDC tak hanya ramai menjadi perbincangan kongres AS, tetapi juga menjadi buah bibir di banyak lembaga keuangan dunia.

Contohnya yang terjadi di Rusia dan Kolombia. Mereka sedang mempertimbangkan bagaimana CBDC dapat mengubah cara perbankan yang sudah ada.

Politisi Rusia menyoroti potensi berkurangnya peran bank konvensional karena teknologi blockchain semakin terintegrasi dalam sistem keuangan global.

Sementara itu, bank sentral Kolombia merekomendasikan pembatasan kepemilikan dan penggunaan CBDC untuk menjaga bank komersial tetap relevan dalam era digital.

Baca Juga: 9 Negara Ini Lakukan Uji Coba CBDC

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anggita Hutami

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.