Analis Optimis Bitcoin Bullish di $23.000 Akhir 2022!

Nabiila Putri Caesari

28th September, 2022

Terlepas dari volatilitas dan harga yang merosot baru-baru ini, beberapa komunitas optimis terhadap Bitcoin (BTC) yang akan bullish di akhir Oktober 2022 mendatang.

Dengan berbagai sentimen positif terhadap pasar, baru-baru ini analis crypto Michael van De Poppe juga memberikan spekulasi potensi untuk membeli Bitcoin.

“Tergantung pada indeks hari ini, tetapi jika kita lihat sepertinya BTC kemungkinan  mampu mengarah ke $23K setidaknya dibantu dengan beberapa dorongan peningkatan harga,” dalam keterangannya di Twitter, Selasa (28/09/22)

Dia juga menambahkan, semua level dilihat dengan posisi levelnya. Jika upside di sekitar $20.7K – $22.9K, sedangkan downside di sekitar $20K – $19.3K-19.5K. 

Grafik harga Bitcoin.  Sumber: Michael van de Poppe

Harga Bitcoin Masih Fluktuasi

Fluktuasi harga Bitcoin masih dianggap memberikan daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan investor yang ingin memperoleh keuntungan lebih cepat. 

Akan tetapi, traders tetap perlu kewaspadaan karena fluktuasi yang besar dapat memungkinkan kerugian yang juga besar.

Jika dilihat pada pertengahan Juni, harga BTC berfluktuasi antara $18.000 dan $25.000. Penurunan pasar ini diakibatkan karena kebangkrutan yang mengalir melalui sektor cryptocurrency.

Hal ini terjadi setelah nilai seluruh pasar crypto menghantam krisis hingga $2 triliun sejak mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada November.

Selain itu, Penurunan juga terjadi karena kenaikan suku bunga bank sentral yang  tidak terkendali. Kemudian, berita yang terjadi dengan penurunan ekuitas AS akhir-akhir ini, mempengaruhi harga BTC pada minggu ini.

S&P 500 juga mengalami penurunan hingga level terendah pada tahun ini. Oleh karena itu, ada indikasi keterkaitan hubungan antara cryptocurrency dengan ekuitas yang menurun. 

Investor Tetap Perlu Mengawasi DXY

Meski demikian, investor tetap memperhatikan peningkatan nilai dolar AS. Karena tahun ini, indeks dolar AS dibandingkan dengan sekelompok mata uang lainnya yang telah meningkat lebih dari 18%.

Dolar yang menguat berdampak buruk bagi mata uang kripto, sehingga harga BTC berayun ke  bawah. Sebaliknya, jika dolar AS melemah kemungkinan mengakibatkan lonjakan terhadap pasar crypto.

Baca juga: Sepertiga Populasi Inggris Adopsi Industri Kripto, Indonesia Kapan?!

Nabiila Putri Caesari

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.

Seorang perempuan yang gemar menulis sekaligus bercerita. Memiliki ketertarikan terhadap dunia ekonomi, travel, dan fotografi. Selalu antusias dan senang belajar dengan hal baru.