Analis: Harga Bitcoin Terkait Erat dengan Saham Big Tech AS

Wafa Hasnaghina

17th June, 2020

Seorang fund manager berpendapat bahwa ada korelasi kuat antara harga bitcoin (BTC) dan nilai saham di beberapa raksasa IT paling kuat di Amerika Serikat. Ia juga mengatakan, seperti saham teknologi besar, BTC mungkin masih harus menunggu sampai pandemi COVID-19 mereda sebelum bisa bergerak naik secara cepat untuk tahap selanjutnya.

Charlie Morris, manajer dana di Atlantic House, membagikan data yang tampaknya menunjukkan hubungan dekat antara harga bitcoin dan harga saham perusahaan teknologi yang sering disebut FAANG (Facebook, Apple, Amazon, Netflix, Google).

Dalam pandangan analis, bagaimanapun, latar belakang makro saat ini lebih menguntungkan saham nilai tradisional daripada saham teknologi yang berfokus pada pertumbuhan, yang belakangan ini unggul dalam geliat pasar saham.

Morris berpendapat, sehubungan dengan perdagangan bitcoin yang sangat mirip dengan saham teknologi, mungkin belum saatnya bagi BTC untuk menembus di atas angka kunci USD 10.000.

Baca juga: 3 Alasan Utama Harga Bitcoin Anjlok dalam 15 Menit jadi $8.600

Dia menulis,

“Saya menduga kita akan berhasil menembus harga bitcoin tertinggi, tetapi hal ini menunggu sampai pemulihan pasca-COVID selesai, dan perusahaan FANGS akan terus melanjutkan perjalanan mereka ke atas. […] Tidak ada yang diburu-buru. Seperti kata pasar, semakin lama menunggu, semakin besar jeda. “

Ia juga menambahkan, BTC membutuhkan “istirahat”, ia menulis mengenai “pandangan dua sen makro-nya bahwa bitcoin sementara tidak disukai karena alasan yang sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi ini”.

“Tidak ada yang salah dengan teknologi, ia hanya perlu beristirahat sementara rally nilai tetap berlangsung. Setelah itu terjadi, kita akan melihat breakout itu. Dan kali ini, lembaga-lembaga tersebut akan ikut berpartisipasi. Dan kejadian ini akan berlangsung sangat besar,” ujarnya.

Dia juga memperluas teori bahwa bitcoin akan berjuang dalam membuat terobosan harga selanjutnya sampai pasar saham benar-benar pulih dari krisis pandemi COVID-19 ini.

Baca juga: Bitcoin Tetap Tumbuh Seiring Ekonomi AS yang Kian Menurun

Harga Bitcoin Terkait Erat dengan Harga Saham FANG?

Menurut Morris, penting “untuk tidak memikirkan bitcoin secara terpisah.”

Sebaliknya, ia mengatakan bahwa “semua harga aset terhubung” sampai batas tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa pasar saham konvensional dan pasar crypto mungkin terikat lebih erat daripada yang dipikirkan banyak orang.

Pandangan Morris tentang nilai investasi nilai tradisional saat ini menggemakan sentimen yang diungkapkan oleh Peter Mallouk, presiden perusahaan manajemen kekayaan Creative Planning. Terkait pernyataannya bulan lalu, Mallouk mengatakan “tidak perlu pergi ke dunia spekulatif” ketika saham pembayar dividen di “perusahaan yang secara tradisional stabil” saat ini dijual dengan harga “setengahnya”.

Tidak Semua Setuju

Namun, tidak semua setuju dengan perkiraan Morris dan Mallouk mengenai Bitcoin ini. Banyak orang lain berpendapat bahwa tindakan yang diambil oleh bank sentral dalam memerangi gejolak keuangan yang diinduksi COVID-19 pasti akan membuat harga bitcoin naik.

Salah satu contoh adalah pedagang legendaris Paul Tudor Jones, yang bulan lalu menyebut bitcoin “cara yang bagus untuk mempertahankan diri” terhadap apa yang disebutnya “inflasi moneter yang hebat.”

Alex Mashinsky, CEO dari crypto lender Celsius Network, juga mendesak investor untuk menaruh uang mereka ke dalam emas dan bitcoin.

Baca juga: Bitcoin jadi Emas Digital, Bener Gak Sih?

Pada sekitar waktu 14:39 UTC, BTC diperdagangkan pada USD 9.214 dan turun sekitar 2% dalam sehari dan sekitar 5% dalam seminggu. Harga juga kemudian turun sekita 4% dalam sebulan dan 1% dalam setahun.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini