Berita Industri · 6 min read

Analis Bloomberg Prediksi akan Ada Lonjakan untuk ETF Ethereum Spot

Senin, 27 Mei 2024
Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Analis dari Bloomberg Intelligence, James Seyffart, memprediksi bahwa permintaan terhadap exchange-traded fund (ETF) Ethereum spot akan melonjak sebanyak 20% hingga 25% setelah peluncurannya.

Dikutip dari dari Cryptoslate, Seyffart menyampaikan dalam sebuah wawancara dengan Bitwise bahwa prediksinya didasarkan pada kapitalisasi pasar Ether yang kini mencapai sekitar 30% dari kapitalisasi pasar Bitcoin yang mencapai US$1,4 triliun.

Ia juga menambahkan bahwa rekannya, Eric Balchunas, memperkirakan bahwa permintaan untuk ETF kripto baru tersebut akan mencapai 15% hingga 20%.

Baca juga: Harapan Persetujuan ETF Ethereum Spot Didorong oleh Politik AS

Permintaan Terhadap Ether Naik Signifikan

Seyffart memperkirakan bahwa peluncuran ETF Ether akan menjadi sebuah peristiwa besar, meskipun tidak seheboh peluncuran ETF Bitcoin.

Ia menyoroti perbedaan antara Ether dan Bitcoin dalam konteks produk ETF. Penerbit ETF Ether tidak akan dapat melakukan staking, sehingga investor ETF tidak akan mendapat manfaat imbal hasil. Adapun jaringan Ethereum memiliki utilitas on-chain yang lebih besar dibandingkan Bitcoin, namun investor ETF tidak akan dapat mengaksesnya.

“Perbedaan antara Ether sebagai ETF dan Ether aslinya sedikit lebih besar dibandingkan dengan perbedaan antara ETF Bitcoin dan Bitcoin sebagai pembungkus ETF,” ungkap Seyffart.

Di sisi lain, Chief Investment Officer Bitwise, Matt Hougan, meyakini bahwa ETF Ethereum spot akan menghasilkan lonjakan permintaan yang signifikan. Ini terutama berasal dari dua sumber, termasuk investor yang mencari diversifikasi aset dan investor yang tertarik pada teknologi canggih Ethereum, termasuk aplikasi seperti stablecoin, non-fungible token (NFT), DeFi, GameFi, dan semacamnya.

Pada 23 Mei lalu, Securities and Exchange Commission (SEC) AS telah menyetujui beberapa perubahan pada formulir 19b-4, yang memungkinkan penerbit ETF Ethereum spot untuk mendaftarkan produknya di bursa-bursa AS. Keputusan ini memberikan harapan baru bagi industri kripto untuk membawa Ether menuju adopsi mainstream.

Meskidemikian, SEC masih harus meninjau formulir S-1 dari para penerbit, yang menandai tahap terakhir yang diperlukan untuk meluncurkan ETF tersebut secara resmi ke pasar.

Baca juga: ETF Ethereum Spot Resmi Disetujui SEC AS

Coinvestasi Ads Promo - Advertise

Disclaimer

Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.

Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.

author
Dilla Fauziyah

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Ads Promo - Advertise
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.