Analis Bitcoin: Aset Kripto Baru Ini Bisa jadi DeFi Unicorn Selanjutnya

Wafa Hasnaghina

24th August, 2020

Pendiri DataDash dan analis Bitcoin, Nicholas Merten menyatakan aset kripto baru seperti Ampleforth (AMPL) akan siap menjadi unicorn keuangan terdesentralisasi (DeFi) berikutnya yang akan meledak di pasaran.

Merten sendiri menaruh harapan besar pada AMPL, sebuah koin di dalam ekosistem DeFi, yang memiliki nilai saat ini relatif rendah dari nilai yang seharusnya. Ahli strategi kripto juga menyoroti hal ini, mengingat AMPL pernah menghadapi koreksi hingga 80% dalam kapitalisasi pasar.

Di sisi lain, dengan tren bullish yang sedang dihadapi oleh aset DeFi lainnya, Merten percaya hal ini akan membuat AMPL kembali memulai bullishnya.

Berdasarkan grafik data yang diberikan oleh Merten, kapitalisasi pasar koin ini dapat meledak lebih dari 430% dalam beberapa bulan mendatang.

Baca juga Tentang Token DeFi Lainnya: Nilai Token yEarn Finance (YFI) Berhasil Melampaui Nilai Bitcoin!

Aset Kripto Ampleforth (AMPL)

Ampleforth menyebut dirinya sebagai “uang adaptif”, mengingat jumlah pada koin ini dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan permintaan pasar yang ada.

“Keseimbangan AMPL dapat naik atau turun. Hal ini terkait erat dengan penggunaan mekanisme yang sangat mirip dengan DAI… Dalam hal ini, saat harga naik, mereka meningkatkan pasokan keseluruhan dalam jaringan dan bersamaan dengan harganya juga. Bila harga menurun, pasokan dalam jaringan secara keseluruhan juga akan menurun.

Hal ini seharusnya memberikan tekanan dalam membatasi pasokan yang ada di pasar dan sebaliknya. Saat harga naik, akan ada lebih banyak koin di pasar. Nantinya orang-orang yang memegang koin tersebut mungkin akan mendapatkan tambahan koin lainnya. Dalam kasus ini, ada tekanan jual yang besar.”

Menurut situs web, Ampleforth dapat berfungsi sebagai jaminan dalam aplikasi DeFi, hal ini terkait dengan dinamika pasarnya yang unik. Elastisitas pasokan koin juga akan memastikan AMPL tetap stabil meskipun permintaan sedang naik ataupun turun.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini