Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 7 min read

Bank asal Swiss, Sygnum, memprediksi bahwa altcoin berpotensi mengalami kebangkitan kembali pada kuartal kedua 2025.
Dalam laporan yang dirilis Kamis (17/4/2025), Sygnum menyebut bahwa regulasi global untuk aset digital saat ini telah “meningkat drastis”, khususnya terkait penerapan nyata teknologi kripto. Hal ini dinilai menjadi pondasi kuat untuk memicu reli di sektor altcoin dalam waktu dekat.
Meski demikian, Sygnum menegaskan bahwa semua perkembangan positif ini “belum tercermin” dalam harga pasar saat ini. Pada April sendiri, dominasi Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar kripto mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Fenomena ini mencerminkan pergeseran minat investor kripto menuju aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian.
Namun, Sygnum melihat potensi adopsi kripto yang lebih luas, terutama karena perkembangan kebijakan di Amerika Serikat, seperti langkah Presiden AS Donald Trump yang membentuk Digital Asset Stockpile serta kemajuan dalam regulasi stablecoin.
“Kami memperkirakan protokol yang sukses menjaring pengguna akan berkinerja lebih baik, sementara dominasi Bitcoin akan mulai melemah,” tulis Sygnum.
Baca juga: Standard Chartered Prediksi XRP Bisa Terbang 200% di Akhir 2025
Di samping regulasi yang membaik, Sygnum juga mencatat bahwa persaingan di pasar kripto akan meningkat seiring dengan pergeseran fokus industri ke aspek nilai ekonomi. Semakin tajamnya kompetisi akan mendorong terciptanya produk dan inovasi yang lebih baik bagi pengguna.
Beberapa protokol yang disebut tengah naik daun antara lain Toncoin, Sui, Aptos, Sonic, dan Berachain, yang masing-masing mengusung pendekatan unik untuk memperbesar basis pengguna dan pendapatan.
Meski sejumlah blockchain berkinerja tinggi mencoba mengatasi keterbatasan dari jaringan besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana, mereka masih menghadapi tantangan besar dalam hal adopsi dan pendapatan dari biaya transaksi.
Selain jaringan layer-1, Sygnum juga menyoroti potensi jaringan layer-2 seperti Base. Meskipun euforia meme coin sempat mendorong lonjakan pengguna dan pendapatan Base, penurunan minat terhadap meme coin membuat metrik ini turun dengan tajam. Namun, Base tetap unggul dalam hal jumlah transaksi harian, kapasitas jaringan, dan Total Value Locked (TVL).
Baca juga: Base Dikecam Usai Dituding Promosikan Token yang Terindikasi Rug Pull
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.