Akibat Leverage, Bitcoin Senilai Rp7,2 Triliun Hilang dalam 1 Jam

Naufal Muhammad

16th March, 2021

Koreksi Bitcoin yang baru terjadi setelah menyentuh harga tertinggi barunya, membuat sekitar Rp7,2 Triliun posisi dengan leverage terlikuidasi.

Semua terjadi hanya dalam 1 Jam akibat posisi beli yang menggunakan dana utang atau leverage pada beberapa bursa utama.

Rp7,2 Triliun Bitcoin Hilang Karena Leverage

Bitcoin baru saja menolak untuk naik lebih tinggi dari daerah sekitar Rp863,97 Juta pada 15 Maret 2021.

Namun sayangnya, koreksi ini membuat hilangnya Bitcoin dalam jumlah yang cukup besar akibat penggunaan leverage yang cukup besar.

Pendiri dari Glassnode, Jan dan Yann, menekankan bahwa koreksi tersebut menjadi koreksi terbesar dalam satu jam.

Baca juga: Ini Pentingnya Hold Bitcoin yang Kamu Miliki!

Mereka juga menekankan bahwa lebih dari setengah posisi beli yang ada di pasar futures terlihat dilikuidasikan melalui margin call atau secara paksa.

Hal ini disebabkan adanya leverage atau dana utang sebesar 20 kali lipat yang digunakan mayoritas posisi tersebut.

Tapi, data dari Bybt memperlihatkan bahwa sekitar Rp11,5 Triliun Bitcoin dilikuidasikan hanya dalam 15 menit saat koreksi ini terjadi.

Salah Satu Koreksi Terbesar

Menurut data dari Datamish, 24 Jam terakhir terdapat 292 posisi beli di pasar derivatif bursa BitMEX senilai Rp1,36 Triliun.

Pada bursa Bitfinex, terdapat 488 posisi yang dilikuidasikan senilai sekitar Rp1,43 Triliun di saat yang bersamaan dengan BitMEX.

Hari kedua terbesar likuidasi terlihat pada 22 Februari 2021, dimana Bitcoin jatuh dari harga tertingginya di Rp839 Juta menuju Rp676,6 Juta.

Menurut laporan dari Cointelegraph, sekitar Rp84,9 Triliun terlihat dilikuidasikan pada saat koreksi 22 Februari 2021.

Sejak harga tertingginya pada Rp878 Juta, Bitcoin terlihat terkoreksi 12,3% menuju Rp770 Juta hingga sesi perdagangan 16 Maret 2021.

Saat ini Bitcoin sedang berusaha pulih namun masih memiliki beberapa halangan.

Baca juga: Hiperinflasi Makin Dekat, Bitcoin Jadi Penyelamat?

Tapi koreksi saat ini merupakan pergerakan turun ketiga saat kondisi positif ini.

Data Bitcoin Fear and Greed juga memperlihatkan bahwa saat ini kondisi pasar sedang sangat “serakah” atau dipenuhi dorongan beli.

Namun, koreksi ini telah membawa indeks tersebut untuk kembali ke “serakah” yang menandakan potensi tekanan jual yang cukup tinggi.

Saat ini Bitcoin masih terhalang oleh beberapa sentimen negatif terutama akibat harganya yang baru menyentuh titik tertingginya.

Selain itu, Bitcoin juga terhalang sentimen obligasi Amerika yang keuntungannya terus naik sehingga menekan Bitcoin.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.