Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

5 Hal tentang Voting dan Blockchain

Aulia Medina     Tuesday, October 9 2018

Dari keamanan hingga anonimitas, berikut lima hal yang Anda perlu tahu mengenai blockchain dan voting.

Negara bagian Virginia Barat akan menguji coba voting berbasis blockchain pada smartphone untuk anggota militer yang bertugas di luar negeri. Namun banyak pihak yang menyangsikan hal ini. Karenanya, apa yang perlu diketahui mengenai blockchain dan voting?

Lihat juga: Istilah dalam Blockchain dari A-Z

Mengenali tiap individu bukan masalah

Terdapat beberapa metode yang kuat untuk pembuktian identitas. Sistem yang diuji coba di Virginia Barat lebih teliti daripada metode yang digunakan pada kertas suara. Pemilih harus mengunggah ID mereka, menjawab beberapa pertanyaan yang hanya diketahui oleh mereka, dan membuktikan tempat tinggal mereka. Akun bisa diamankan dengan otentifikasi dua faktor dan biometrik berbasis telepon, seperti sidik jari.

Lebih mudah untuk memilih

Anda memiliki bilik suara sendiri, dan Anda bisa memilih pilihan Anda dengan cara yang jelas. Tidak perlu berjalan menuju tempat pemilihan, mencari parkir, atau harus terlambat ke kantor karenanya, dan sebagainya.

Bersifat transparan

Voting pada blockchain dapat diverifikasi secara publik dengan efektif. Tidak seperti kertas suara, setiap orang bisa melihat suara masuk saat dibuat.

Suara menjadi aman

Tiap suara, karena menjadi rantaian (chain), direproduksi pada beberapa node (jika blockchain diimplementasi dengan baik), sehingga tidak akan hilang. Suara juga tidak disimpan dalam satu server yang bisa diretas atau diubah.

Hampir tidak mungkin mendapat berbagai keuntungan tersebut namun tetap anonim

Kami perlu membuktikan suara berasal dari pemilih yang terdaftar tanpa mengungkapkan siapa pemilihnya. Ini yang disebut ‘zero-knowledge proof’. Secara matematika sangat memungkinkan untuk melakukan zero-knowledge proof, tetapi belum ada yang benar-benar memecahkannya dalam sistem voting blockchain.

Semua ini sangat menarik peneliti keamanan. Ditambah lagi, masalah umum manusia adalah mata rantai terlemah dalam upaya keamanan apa pun. Tapi dengan sedikit matematika dan keamanan yang lebih baik, masih mungkin. Suatu hari nanti.

Sumber: Tech Republic