5 Fakta Token Artis yang Wajib Diketahui Investor!

Naufal Muhammad

14th February, 2022

Adopsi crypto di Indonesia nampaknya sudah semakin luas dan menyentuh berbagai kalangan, salah satunya kalangan artis dan influencer.

Hal ini terlihat dari maraknya artis-artis Indonesia yang merilis token crypto sendiri. Ini memunculkan sebuah fenomena di kalangan penggemar crypto yang menyebut token rilisan publik figur itu sebagai token artis.

Token artis sedikit banyak mengingatkan kita pada maraknya kue artis beberapa tahun lalu, atau artis yang membeli klub sepak bola di tahun ini.

Kemunculan token yang dipasarkan secara masif oleh publik figur ini pun menimbulkan FOMO. Sebelum terjebak FOMO yang menciptakan kerugian, ada baiknya kamu mengetahui lima fakta menarik tentang token artis.

Selengkapnya, di artikel berikut ini.

1. Artis Tidak Menerbitkan Token Sendiri

Perlu diketahui bahwa artis yang terlibat dalam penciptaan proyek crypto yang ada di Indonesia, tidak menciptakan proyeknya sendiri.

Beberapa artis yang menciptakan token crypto memiliki rekan atau ahli yang menangani permasalahan teknis.

Contohnya adalah Anang Hermansyah yang menciptakan Asix Token (ASIX) bersama developer bernama 3dd yang tertera di situs resmi ASIX.

5 Fakta Token Artis yang Wajib Diketahui Investor!
Sumber: asixtoken.com

Selain itu RANS Entertainment juga dikabarkan menciptakan proyek crypto tetapi token dikeluarkan oleh perusahaan lain bernama VCGamers (VCG) yang didanai Rans Enterntainment

Hampir seluruh artis yang menerbitkan token bekerja sama atau mempekerjakan developer untuk membangun smart contract atau proyek crypto.

Dengan cara ini muncul dugaan bahwa artis-artis tersebut digunakan sebagai strategi pemasaran untuk mengangkat nama proyek crypto yang diterbitkan.

Selain itu, artis-artis yang terlibat tidak sepenuhnya mengetahui seluruh hal teknis di dalam proyek crypto yang diluncurkan.

Karena itu penting bagi investor untuk mengetahui lebih lanjut mengenai token artis yang ingin dibeli. Seluruh informasi ini bisa diproleh di publikasi atau whitepaper yang ada di situs resmi proyek.

2. Mayoritas Terjual di Bursa Terdesentralisasi

Fakta berikutnya adalah mayoritas crypto yang diterbitkan oleh artis saat ini masih diperdagangkan pada bursa terdesentralisasi atau DeX.

Mayoritas crypto yang dibentuk oleh artis tersebut berada di Binance Smart Chain dan diperdagangkan di PancakeSwap.

Untuk Indonesia, token yang telah berhasil masuk ke bursa terpusat adalah Botxcoin (BOTX) milik Influencer bernama Indra Kenz.

Agar suatu token atau koin dapat diperdagangkan di bursa tersentralisasi di Indonesia, perlu proses cukup panjang terutama terkait regulasi.

Karena itu banyak token artis ini memilih memasarkan tokennya di bursa terdesentralisasi yang lebih bebas dengan regulasi.

Baca juga: Cara Jual Beli Crypto di DeX PancakeSwap

Proses pembelian aset di bursa terdesentralisasi pun bukan perkara mudah, khususnya untuk investor awam. Karena itu perlu riset lebih lanjut untuk melakukan jual beli di DEX agar tidak kehilangan dana yang digunakan.

3. Belum Terdaftar di Bappebti

Satu fakta penting adalah mayoritas token crypto ini belum terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Bappebti).

Suatu crypto dapat diperdagangkan di bursa tersentralisasi yang diakui di Indonesia harus masuk ke daftar Bappebti terlebih dahulu.

Saat ini terdapat 229 crypto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia melalui 13 platform yang diakui oleh Bappebti.

Jadi selama token tersebut belum terdaftar, Bappebti akan selalu memberi peringatan.

“Kalau sudah beredar dan dijual yang penting didaftarkan dulu dan dilakukan penilaian dan kalau tidak memenuhi nilainya, maka belum bisa di-listing dan harus diperbaiki untuk pemenuhan atas kriteria-kriteria penilaian dalam peraturan tersebut,” kata Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma kepada Investor Daily, Kamis (10/2).

Tirta menambahkan, kalaupun token tersebut di-listing dulu di pedagang kripto, menurutnya pedagang tersebut harus tetap melakukan penilaian dan sampaikan ke Bappebti untuk disetujui.

Peringatan tersebut terkait risiko karena memperdagangkan barang yang belum legal dan tidak bisa diawasi pemerintah.

Salah satu persyaratan yang terlihat cukup sulit adalah kewajiban untuk masuk di peringkat 1 hingga 500 dalam kapitalisasi pasar crypto secara global.

Untuk saat ini mayoritas token influencer dan artis, dari Indonesia maupun global, masih berada di peringkat 2.000 hingga 4.000.

4. Kapitalisasi Pasar Kecil

Kapitalisasi pasar yang kecil merupakan hal yang penting untuk diketahui. Sebab, semakin kecil kapitalisasi pasar maka volatilitas akan semakin tinggi.

Volatilitas berarti pergerakan harga untuk naik dan turun secara drastis dalam waktu yang cepat menjadi lebih mungkin.

Untuk saat ini beberapa token artis asal Indonesia masih memiliki kapitalisasi pasar yang relatif kecil.

Sebagai contoh, saat ini BOTX memiliki kapitalisasi pasar di sekitar $810 Juta dan ASIX berada di $62,3 Juta, jauh dibandingkan dengan Ethereum yang berada di $342,3 Miliar.

Kapitalisasi pasar yang kecil sebetulnya adalah hal wajar terutama untuk proyek crypto yang baru. Jika proyek bisa memberikan manfaat dan keuntungan, kapitalisasi pasar akan meningkat. Jika sebaliknya, maka kapitalisasi pasar bisa turun dan proyek tidak laku di pasaran.

Dalam proses peningkatan dan berjalannya proyek crypto, para investor pun harus siap menghadapi naik turunnya harga.

Baca juga: Tips Memilih Aset Cryptocurrency yang Legit

5. Tidak Selalu Menguntungkan

Dengan adanya volatilitas yang tinggi, perlu diketahui bahwa investasi terhadap token tersebut tidak akan selalu berada di posisi keuntungan. Karena itu penting untuk melakukan manajemen risiko, salah satunya menggunakan uang dingin, atau uang yang rela untuk hilang dalam kerugian.

Banyak pernyataan bahwa volatilitas dalam investasi jangka panjang tidak akan terlalu parah dan merugikan, karena dalam periode waktu itu aset juga akan mengalami kenaikan nilai.

Perlu diperhatikan, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar karena ada aset yang bergerak turun jika tidak memiliki nilai atau kegunaan yang jelas, terutama di dunia crypto.

Oleh karena itu sangat penting untuk investor memahami cara analisis fundamental untuk dapat menemukan proyek yang bagus.

Cara Analisis Fundamental Crypto

Baca juga: Tips Memilih Aset Cryptocurrency yang Legit

Secara keseluruhan fenomena ini dapat berujung positif atau negatif, tapi sebagai investor ada baiknya seluruh fakta terkait fenomena ini harus diketahui.

Naufal Muhammad

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.

Muhammad Naufal merupakan seorang penggemar bidang makroekonomi dan keuangan. Pada saat ini fokus utama tertuju pada bidang teknologi keuangan terutama trading dan investasi crypto.