Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

3 Alasan Mengapa Bitcoin Mengalami Recovery Secara Cepat Saat Turun ke Level $15.670

febrian surya     Monday, November 16 2020

Pada 15 November, pergerakan harga Bitcoin tercatat mengalami penurunan ke level $15.670 di Binance. Penurunan harga yang terjadi tersebut hanya berselang beberapa jam setelah harga BTC mencapai $16.355, yang menunjukkan adanya momentum kuat ke arah tren kenaikan.

Tiga faktor utama yang menjadi kemungkinan mengapa harga BTC bisa jatuh dalam kurun waktu hanya semalam pasca menyentuh level $16.355 di antaranya:

recovery harga btc
  • Shakeout akhir pekan, di mana harga Bitcoin mengalami koreksi akibat trader keluar pasar.
  • Pengujian kembali rata-rata pergerakan harga (Moving Averge), menentukan tren pergerakan harga untuk posisi support dan resistance.
  • Pengujian kembali parabola, sebagai penanda titik berhenti dan berbaliknya arah pasar.

Shakeout akhir pekan dan tes ulang level support lebih rendah

Menurut Cointelegraph, algorithmic trader mengharapkan adanya penurunan akhir pekan di pasar Bitcoin akan terwujud.

Trader-trader tersebut adalah orang-orang yang mengambil keputusan perdagangan dengan bantuan software trading yang telah diprogram sebelumnya. Di mana, banyak order jual di atas $16.500 yang tidak ditarik saat harga mendekati $16.400. Hal ini berarti order jual tersebut adalah order jual asli, yang menerapkan tekanan jual di pasar mata uang kripto.

Struktur pasar ini kemungkinan mendorong trader dan bot untuk melakukan short, analis on-chain Willy Woo mengatakan volatilitas Bitcoin pada akhir pekan adalah bullish.

“Bahwa shakeoutteknis bearish” diharapkan, tetapi pasar masih tetap berada di wilayah “buy the dip”, di mana investor membeli saat harga aset tersebut turun.”

“Pengaturan perdagangan akhir pekan: Menghilangkan beberapa teknis bearish  (div RSI 4 jam, TD9 8 jam). Fundamental on-chain jangka pendek dan menengah menunjukkan tren bullish, lebih banyak koin yang diambil dari pertukaran, lebih banyak pengguna yang datang. Beli saat skenario aset tersebut turun.”

Beli saat harga turun enunjukkan momentum bullish

Buy the dip menunjukkan momentum bullish pada grafik harian, penurunan harga BTC ke $15.670 mengkonfirmasi pengujian ulang rata-rata pergerakan harga dalam kurun waktu 10 hari. Tes ulang Moving Average itu penting karena selama seminggu terakhir, setelah lonjakan harga BTC secara besar-besaran, BTC menguji ulang MA yang sama sebelum untuk menentukan pergerakan arah tren selanjutnya.

Bila harga BTC terus turun di bawah MA-10 hari, hal ini bisa menunjukkan adanya tren penurunan yang lebih lanjut. Namun, recovery harga BTC dari level yang sama pada 7 November relatif positif untuk jangka pendek.

Lantaran, pada 7 November harga Bitcoin mengalami penurunan serupa, meskipun dalam kisaran harga yang tidak sama. Harga Bitcoin tiba-tiba jatuh dari $15.753 ke $14.344 atau turun sebanyak 5%. Cryptocurrency teratas juga recovery dengan cepat dalam MA-10 hari pada grafik harian pada periode tersebut.

Dalam beberapa hari berikutnya, BTC terus recovery mengalami lonjakan harga hingga menyentuh level tertingginya dalam  2 tahun terakhir di $16.480, yang menunjukkan breakout yang kuat.

Pengujian ulang parabola

Josh Olszewicz, seorang analis teknis dan pembuat grafik cryptocurrency, membagikan grafik yang menunjukkan Bitcoin berada dalam siklus parabola.

harga BTC cepat recovery

Selama tren naik siklus parabola, momentum aset tersebut terus meningkat seiring kenaikan harga. Namun, jika siklus parabola tidak terbentuk, Bitcoin dapat mengalami kemunduran yang besar. Dalam waktu dekat, parabola Bitcoin tetap utuh di atas $15.300 hingga $15.500.

Trader dan analis menunjukkan level yang sama dalam 24 jam terakhir. Michael van de poppe, trader penuh waktu di bursa efek Amsterdam, juga mengatakan bahwa level support $15.500 tetap menjadi kunci untuk BTC dalam waktu dekat.

Dalam jangka pendek, Bitcoin harus menunjukkan ketahanan harganya secara berkelanjutan di atas $15.500 dan idealnya bertahan di level support $15.700 seperti yang terjadi selama 24 jam terakhir dari periode tanggal 14-15 November.

Sumber