Mau tau harga Bitcoin terbaik?

Klik di sini
BELI BITCOIN DENGAN HARGA BITCOIN TERBAIK

Dapatkan rekomendasi pembelian bitcoin dengan harga terbaik dari kami

Mau tau harga Bitcoin terbaik?

Klik di sini

Beda Bursa Terpusat dan Terdesentralisasi

Seiring waktu bursa kripto pun terus berkembang dan memberiklan inovasi yang beragam,  salah satunya dengan kemunculan exchange desentralisasi atau DEX, di mana seluruh  transaksi bersifat otomatis.  Selain DEX ada pula jenis exchange lain yang lebih dulu tenar yakni Exchange Sentralisasi atau CEX. Dengan bursa ini seluruh transaksi masih diatur oleh kebijakan bursa yang dikomandoi oleh manusia.\

Kedua bursa ini masih sama-sama menjadi tempat untuk jual beli aset dan digunakan oleh masyarakat, namun apa bedanya bursa  terpusat dan terdesentralisasi? Selengkapnya di artikel berikut ini.

Bursa Terpusat (Centralized Exchange)

Pertama-tama mari kita definisikan apa itu pertukaran terpusat: platform dan aplikasi yang memungkinkan pedagang untuk membeli, menjual, dan menukar mata uang kripto dengan mata uang fiat atau mata uang kripto lainnya.

Mereka adalah pasar untuk token, dan sangat penting untuk ekosistem, karena banyak dari mereka memungkinkan pembayaran dengan mata uang fiat , yaitu pemegang non-kripto dapat membeli kripto menggunakan USD, EUR, IDR, dan lain-lain.

Di antara bursa terpusat yang paling terkenal dan diperdagangkan adalah Indodax, PINTU, TRIV, Rekeningku, Upbit, LUNO, dan lainnya.  Pertukaran terpusat beroperasi mirip dengan bank di mana ada pemilik, memiliki cadangan dana, memiliki aturan dan peraturan yang harus dipatuhi.

Intinya pengguna tetap menyimpan aset mereka di pihak ketika yakni bursa jika tidak dipindahkan ke wallet pribadi yang terpisah dari bursa.

Risiko Bursa Terpusat

Ketidakamanan, risiko kehilangan dana dan pencurian karena fungsinya yang terpusat. Mereka bertanggung jawab secara hukum dan penjaga dana pengguna. 73% dari pertukaran terpusat mengambil alih dana pengguna, sementara 23% membiarkan pengguna mengontrol kunci pribadi mereka.  

Mereka mewakili honeypots untuk peretas karena mereka bertanggung jawab atas miliaran perdagangan per hari dan menyimpan sebagian besar dari mereka di server mereka.

Kurangnya Likuiditas

Pesanan besar berjuang untuk dicocokkan. Bahkan pada titik tertinggi sepanjang masa, volume tetap rendah dibandingkan dengan pasar tradisional.

Pasar yang terfragmentasi (belum lagi terdesentralisasi): membagi likuiditas global menjadi beberapa pasar utama. Tidak ada pemimpin pasar yang jelas dalam hal volume, yang meningkatkan masalah likuiditas.

Kurangnya Kepercayaan dan Transparansi

Biaya dan proses perdagangan yang sebenarnya tidak jelas dan melibatkan biaya perdagangan yang tinggi, seringkali lebih tinggi dari biaya yang diumumkan dan penundaan yang lebih tinggi karena puncak permintaan yang tidak dikelola dengan baik.

Karena kurangnya keamanan, transparansi, dan efisiensi yang ditunjukkan oleh pertukaran terpusat maka pertukaran terdesentralisasi pun muncul.  Beberapa bursa terdesentralisasi yang cukup populer adalah UniSwap, SushiSwap, 1inch, dan sebagainya.

Bursa Terdesentralisasi

Pertukaran terdesentralisasi berbeda dari pertukaran terpusat karena memungkinkan pengguna untuk tetap mengendalikan dana mereka dengan mengoperasikan fungsi kritis mereka di blockchain: mereka memanfaatkan teknologi di balik cryptocurrency itu sendiri untuk memungkinkan perdagangan yang lebih aman dan lebih transparan.

Sebagian besar pertukaran terdesentralisasi tidak sepenuhnya terdesentralisasi, tetapi semi-desentralisasi.  Aspek sentral lainnya adalah bahwa pertukaran terdesentralisasi menghadirkan karakteristik, manfaat, dan batasan, dari blockchain yang mendasarinya.

DEX memilkiki manfaat diantaranya adalah keamanan dan rpibadi terjaga dengan baik, pengguna benar-benar mengelola dana mereka sendiri dan mengambil keputusan aset yang mereka miliki, semua otomatis dan tidak ada pihak manusia yang mengontrol.

Meski begitu sama seperti pertukaran terpusat, desentralisasi exchange ini juga memiliki risiko. Diantaranya adalah sebagai berikut:

Sulit Digunakan

Bursa terdesentralisasi harus diakui terkadang lebih rumit digunakan oleh para pemula, hal ini karena pengguna harus memiliki wallet pribadi, mengerti alur kerja bursa, menukar token yang dapat diterima oleh layanan DEX dan lain sebagainya.

Peretasan

Sama seperti bursa terpusat, bursa terdesentralisasi juga rawan terhadap peretasan. Dana pengguna bisa saja hilang karena ulah peretas, karena itu pengguna diwajibkan untuk melakukan riset dan melakukan keamanan maksimal untuk menurunkan risiko ini.

Pertukaran mana yang tepat untuk kamu?

Saat memilih pertukaran, ingatlah semua faktor yang memengaruhi pengalaman kamu, termasuk jenis perdagangan apa yang ditawarkan, volume dan kecepatan perdagangan, dan langkah-langkah keamanan yang disediakan oleh bursa.

Pastikan juga kamu sudah mengetahui segala keuntungan dan risiko dari tiap bursa yang kamu gunakan, sebab di crypto ketika aset hilang maka hampir tidak ada cara untuk mendapatkannya kembali, aset mu adalah tanggung jawab mu.

Top exchange
Pintu
14 Ulasan
Daftar
Indodax
0 Ulasan
Daftar
TRIV
20 Ulasan
Daftar
Lihat semua

Anisa Giovanny

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Anisa tertarik dengan dunia tulis menulis dan copyediting sejak bangku SMA dan diperdalam di dunia perkuliahan. Saat ini tertarik dan tengah mendalami bidang ekonomi terutama terkait investasi dan cryptocurrency

Panduan Terkait
Rekomendasi aplikasi beli bitcoin
Indodax

Indodax.com adalah sebuah pasar online...

Berlisensi

0 Ulasan
Daftar
Pintu

Pintu adalah bursa kripto dengan...

Berlisensi

14 Ulasan
Daftar
TRIV

Triv merupakan aplikasi jual-beli bitcoin...

Berlisensi

20 Ulasan
Daftar