Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Ekonomi · 7 min read

Lembaga keuangan di Indonesia memiliki peran penting untuk perekonomian negara. Salah satunya berfokus pada kepentingan pertumbuhan ekonomi negara.
Meski berfokus pada kepentingan industri ekonomi dan keuangan negara, nyatanya setiap lembaga memiliki peran yang berbeda. Oleh karena itu, berikut penjelasan tentang Bappebti, beserta strukturnya.
Bappebti adalah singkatan dari Badan Pengatur Perdagangan Komoditi Berjangka yang merupakan lembaga resmi yang berada di bawah pengawasan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Bappebti merupakan salah satu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengatur berbagai jenis entitas keuangan di pasar keuangan Indonesia. Dengan melakukan pembinaan, pengaturan, dan pengawasan sehari-hari kegiatan Perdagangan Berjangka Komoditi.
Bappebti secara resmi dibentuk pada 27 September 1999 berdasarkan Keputusan Presiden No. 115 Tahun 1999. Sementara, Plt. Kepala Bappebti saat ini adalah Didid Noordiatmoko.
Dasar hukum pendirian BAPPEBTI sudah diatur diatur lewat UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi.
Lokasi awal Bappebti berada di Gedung Garuda Lantai 2 dan 16 di Jl. Merdeka Selatan No. 13, Jakarta Pusat. Kemudian berpindah ke Bumi Daya Plaza Lantai 4 di Jl. Imam Bonjol No.61 Jakarta Pusat pada tahun 2022 sampai April 2009.
Tak lama kemudian, pada April 2009 sampai sekarang ini Bappebti menempati Gedung Kementerian Perdagangan Lantai 3-7 yang berada di Jl. Kramat Raya No.172 Jakarta Pusat.
Untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang lembaga ini, bisa mengunjungi laman resminya di Bappebti.go.id.
Baca juga: Aplikasi Trading Bitcoin Terbaik dan Legal di Indonesia
Meskipun saling bergerak dalam bidang keuangan, antara Bappebti dan OJK tentu memiliki fungsi dan tugas yang berbeda.
Bappebti bergerak dalam bidang pengawasan dan regulasi berbagai kegiatan perdagangan komoditi berjangka di Indonesia. Ruang lingkupnya antara lain adalah kripto, valuta asing, forex trading, sampai emas berjangka.
Selain itu, Bappebti berperan dalam menentukan regulasi terkait aktivitas dalam pasar berjangka. Objek yang diawasi Bappebti ada banyak, termasuk juga platform trading online dan juga broker forex.
Bappebti menduduki peran penting terhadap jalannya transaksi pada pasar berjangka. Segala bentuk transaksi yang berlaku harus berjalan sesuai dengan regulasi yang telah disetujui dan ditetapkan oleh lembaga ini.
Bappebti juga memberikan upaya perlindungan hukum bagi pihak-pihak yang terlibat dalam perdagangan komoditi.
Adapun beberapa tugas dan wewenang Bappebti antara lain sebagai berikut:
Sementara, untuk mempermudah masyarakat dalam menjangkau Bappebti, lembaga ini telah berinovasi dengan terobosan layanan bertajuk go digital, yang mana pelayanannya bisa diakses secara online, baik itu perizinan, pengaduan, maupun uji profesi kelayakan pialang berjangka.
Berbeda dengan Bappebti, OJK merupakan lembaga independen yang bertugas mengatur, mengawasi, memeriksa, serta menyelidiki aktivitas yang terjadi pada sektor jasa keuangan.
Misalnya seperti pasar modal, perbankan, dan non-bank (seperti lembaga pembiayaan, dana pensiun, asuransi, pinjaman online atau fintech).
Adapun tugas dan wewenang OJK antara lain sebagai berikut:
Jadi kesimpulannya adalah OJK bertugas untuk regulator di jasa keuangan. Sementara Bappebti lebih spesifik menjadi regulator di perdagangan berjangka komoditi dan keduanya sama-sama mempunyai undang-undang yang berbeda.
Bappebti juga bertugas memantau pengelola sentra dana berjangka. Lembaga ini akan berkoordinasi dengan bank penitipan, sentra dan berjangka, serta penasihat berjangka.
Jadi dalam hal ini Bappebti akan membangun kerja sama secara langsung dengan bank-bank terkait yang tergabung dalam pendanaan transaksi berjangka.
Baca Juga: Bappebti Keluarkan Peraturan Baru! Jaga Keamanan Investor
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.