Linkedin Share
twitter Share

Tips · 6 min read

Waspada Forsage! Skema Ponzi Berbasis Ethereum

Dalam artikel ini, Coinvestasi akan menjelaskan lebih dalam mengenai apa itu Forsage.

Lebih lanjut, artikel ini juga akan menjelaskan cara kerja dari Forsage sehingga kita bisa mengetahui apakah Forsage benar-benar penipuan berskema ponzi?

Apa itu Forsage ?

Forsage ini adalah sebuah proyek yang dibangun dengan sistem smart contract dalam jaringan Ethereum untuk mendapatkan kripto.

Proyek ini juga menjanjikan keuntungan di mana para penggunanya mendapatkan passive income hanya dengan menggunakan sistem ini.

Namun, tanpa banyak orang sadari, sistem yang digunakan ini memiliki ciri skema ponzi atau juga sering disebut skema piramida.

Skema Ponzi adalah suatu penipuan investasi yang dilakukan dengan menjanjikan keuntungan besar dan risiko rendah kepada investornya.

Investasi dengan skema Ponzi pada dasarnya murni perputaran uang dari anggotanya sendiri. 

Prosesnya adalah dengan mengandalkan aliran investasi baru yang konstan untuk terus memberikan pengembalian kepada investor terdahulu.

Di luar itu, dalam situs Forsage sendiri tidak mencantumkan siapa pembuat dan yang bertanggung jawab terhadap proyek ini.

Situs mereka mengatakan bahwa tidak ada admin atau founder apapun di dalam situs tersebut.

Namun, logikanya harus ada seseorang atau sekelompok orang dalam membangun situs ini.

Baca juga: 5 Jenis Penipuan Bitcoin yang Sering Terjadi

Sejarah Forsage

Forsage adalah proyek aset kripto kontroversial yang mendapat perhatian pada tahun 2020. Forsage dilaporkan didirikan oleh Lado Okhotnikov dan diluncurkan pada Februari 2020. Forsage mendapatkan popularitas sebagai platform MLM (pemasaran multi-level) terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain Ethereum.

Cara Kerja Forsage

Forsage ini mengambil cara kerja skema piramida. Orang yang berada paling atas dalam jajaran akan mendapatkan banyak keuntungan.

Sedangkan, pengguna lain yang berada di bawahnya harus menyetorkan sejumlah uang atau dana tertentu kepada level di atasnya.

Artinya, kunci untuk mendapatkan keuntungan di Forsage tidak lain adalah dengan mengajak sebanyak-banyak orang menggunakan alamat forsage tertentu. 

Contoh Kasus Forsage

Pertama-tama seseorang harus mengucurkan dana dengan menggunakan dompet Ethereum di Forsage.

Lalu, pada platform tersebut, pengguna akan diminta untuk membeli posisinya dengan matriks X3 atau X4 dengan pembayaran minimum 0.05 ETH. 

Forsage X3 ini menempatkan 3 orang lainnya yang ada di bawah pengguna tersebut.

Nantinya, Posisi tersebut akan diisi lagi dengan pengguna-pengguna baru yang juga akan membayar sejumlah tertentu.

Pembayaran tersebut nanti akan masuk ke pengguna yang berada di atas skema mereka.

Pada akhirnya, untuk mendapatkan keuntungan, pengguna yang sudah berada dalam posisi mereka akan mencari pengguna lain untuk ikut memasang posisi.

Akhirnya tanpa sadar justru “memberikan” kripto kepada pengguna di level atas mereka. 

Dalam arti, lingkaran ini tidak akan terputus dan akan selalu mencari mangsa.

Semakin tinggi posisi di dalam skema, maka akan semakin “untung” dalam mendapatkan kripto.

Sedangkan, jika posisi kamu adalah sebagai pengguna yang berada di bawah orang lain, artinya kamu hanya memberikan kripto pada pengguna di level atas kamu.

Ditambah lagi, situs tersebut jika diamati lebih lanjut sama sekali tidak memberikan produk atau pelayanan apapun kepada penggunanya.

Begitu pun cara mendapatkan rewards. Fokusnya hanya dengan “mengajak” sebanyak-banyaknya pengguna untuk ikut ke dalam skema piramida tersebut.

Baca juga: Pendiri Forsage Didakwa dalam Skema Ponzi DeFi Senilai 5 Triliun Rupiah

Hal-Hal yang Dijanjikan

Forsage menawarkan keunggulan dari cara kerja smart contract itu sendiri.

Misalnya misalnya terdesentralisasi, keamanan dan kenyamanan, transparansi, pembayaran deposit langsung masuk ke dompet Ethereum, dan semacamnya. 

Padahal keunggulan tersebut memang ada di setiap platform yang menggunakan teknologi blockchain dan smart contract sebagai dasar sistemnya.

Forsage di Jaringan TRON

Forsage Tron
Forsage Tron

Tidak hanya membuka platform di jaringan Ethereum, Forsage juga telah melebarkan sayapnya di jaringan blockchain TRON.

Berbeda dengan jaringan Ethereum yang menggunakan ETH sebagai mata uang kripto untuk bertransaksi.

Forsage di jaringan TRON menggunakan koin TRX untuk memproses berbagai macam transaksi di jaringan tersebut.

Sekali lagi kewaspadaan terhadap skema ponzi seperti ini harus ditingkatkan agar tidak terjebak ke dalam penipuan lainnya.

Cara Menghindari Forsage

Untuk menghindari forsage, kamu harus berhati-hati dengan tawaran keuntungan dalam jumlah besar dan singkat, terutama yang membawa nama kripto di tawarannya.

Perlu diingat pula, hanya karena proyek tersebut berada di dalam jaringan blockchain belum tentu proyek tersebut murni untuk membantu penggunanya mendapatkan kripto.

Forsage sendiri telah masuk ke dalam entitas ilegal OJK dengan disebut sebagai kegiatan usaha perdagangan aset kripto dengan skema berjenjang tanpa izin.

Jangan lupa untuk selalu pelajari dulu tata kelola dibalik layar proyek tersebut.

Jangan sampai yang tadinya ingin mendapat keuntungan, justru malah terjebak pada penipuan dan proyek abal-abal.

Jika kamu ingin memiliki aset kripto ada baiknya menggunakan cara yang umum, yakni membelinya secara langsung di bursa yang sudah terdaftar di Indonesia.

Baca juga: 5 Tips Menghindari Penipuan Berkedok Bitcoin

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

Topik

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.