Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Mengenal Cosmos Si Internet Blockchain

anisa giovanny     Monday, March 15 2021

Saat ini, blockchain cenderung bertindak secara individual di mana satu blockchain hanya untuk satu proyek tertentu. Ini membuat komunikasi dengan antar blockchain hampir sulit terjadi tanpa bantuan pihak ketiga.

Akibatnya, pertengkaran, kesukuan, dan fantisme di antara para pendukung berbagai blockchain bermunculan.

Tapi bisakah ada satu blockchain mampu menyatukan semuanya?

Jawabannya bisa, karena saat ini ada Cosmos atau Atom yang memiliki tujuan untuk menciptakan “Internet of Blockchain,” di mana setiap blockchain dapat berkomunikasi, berbagi data, dan bertransaksi dengan yang lain.

Selengkapnya mengenai Cosmos.

Apa itu Cosmos Network?

Proyek ini didasarkan pada protokol konsensus, Tendermint, yang dibuat oleh Jae Kwon pada tahun 2014. Untuk mengembangkan ekosistem interoperable Cosmos yang lengkap, Kwon bergabung dengan Zarko Milosevic dan Ethan Buchman. Namun  ia kemudian mengundurkan diri dari proyek tersebut pada tahun 2020.

Tujuan proyek ini sederhana: mengaktifkan blockchain apa pun untuk berkomunikasi, berbagi data, dan bertransaksi dengan yang lain. Dengan mengizinkan banyak blockchain berbeda untuk beroperasi.

Di mana banyak blockchain yang berbeda dapat hidup berdampingan dengan kasus penggunaan dan keuntungan yang mereka tawarkan masing-masing.

Contoh dari komunikasi blockchain di Cosmos misalnya jika kamu ingin menghubungkan Ethereum dan Bitcoin melalui Cosmos, kedua blockchain harus terhubung ke zonanya sendiri.

Zona Ethereum dan zona Bitcoin kemudian masing-masing akan terhubung ke hub  bersama. Kemudian  melalui hub bersama ini, Ether dan Bitcoin dapat ditransfer di hub yang digunakan

Keistimewaan

Dilansir dari Decrypt, Cosmos paling mirip dengan proyek Polkadot, yang juga berupaya menciptakan ekosistem jaringan blockchain yang dapat dioperasikan.

Namun, tidak seperti Polkadot, Cosmos memprioritaskan kedaulatan blockchain independen, yang berarti mereka harus mengelola, mengamankan, memiliki pemerintahan sendiri, dan menjalankan validatornya sendiri. Cosmos memberikan independensi pada blockchain yang tergabung dengannya.

Cosmos juga merupakan kumpulan teknologi lengkap yang lebih dari sekadar menghubungkan blockchain untuk terhubung dan berbagi data satu sama lain.

Mereka juga telah menciptakan proses pengembangan yang efisien yang memungkinkan pengembang membuat blockchain kustom mereka sendiri dalam beberapa minggu atau bulan.

Untuk memamerkan kekuatan teknologi Cosmos, tim membuat salinan Ethereum di Cosmos yang disebut Ethermint. Versi Ethereum ini bekerja persis seperti Ethereum asli dan bahkan kompatibel dengan kontrak pintar dan alat Ethereum yang ada seperti MetaMask

Teknologi yang Digunakan

  • Tendermint – Protokol konsensus yang memungkinkan pengembang membuat blockchain bukti kepemilikan yang cepat, dapat diskalakan, aman.
  • Cosmos SDK – Memungkinkan pengembang untuk membangun aplikasi di atas blockchain berbasis Tendermint.
  • Inter Blockchain Communication Protocol -Blockchain (IBC) – Sebuah sistem yang memungkinkan berbagai blockchain untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain.

Token Asli Cosmos

Token asli dari jaringan Cosmos disebut ATOM. Memegang ATOM memberi pemegang kemampuan untuk melakukan staking dan memvalidasi blok, memberikan suara pada masalah tata kelola, dan membayar biaya transaksi.

Cosmos beroperasi dengan mekanisme proof of stake yang artinya jika kamu memiliki ATOM kamu dapat dapat memperoleh bagian dari hadiah blok jaringan dan biaya transaksi melalui staking, baik dengan menjalankan node validator mereka sendiri atau dengan mendelegasikan koin ATOM mereka ke validator.

Validator mempertaruhkan atau mengunci ATOM mereka dan menjalankan perangkat lunak khusus, yang memelihara jaringan Cosmos dengan mengusulkan blok baru dan memvalidasi transaksi.

Baca juga: Apa Itu Staking? Panduan Lengkap untuk Pemula

Pemegang juga dapat memilih untuk mendelegasikan koin ATOM mereka dengan validator daripada menjalankan sendiri perangkat lunak validator, yang masih memungkinkan mereka untuk menerima sebagian dari hadiah untuk staking.

DApps di atas Cosmos

Cosmos telah menjadi populer di kalangan pengembang dApp yang ingin membangun aplikasi desentralisasi lintas rantai (dApps) yang efisien.

Beberapa dApps paling menonjol yang saat ini beroperasi di Cosmos meliputi:

  • Anchor – platform keuangan yang menawarkan suku bunga volatilitas rendah pada setoran stablecoin.
  • Flare – jaringan pembayaran yang mendukung banyak aset dan sistem pembayaran termasuk game dan DeFi.
  • Klever – aplikasi seluler dengan dompet blockchain terintegrasi, browser, dan portofolio.
  • Chainweaver – dompet multi-blockchain yang dapat dioperasikan dan lingkungan pengembangan kontrak pintar.

Baca juga: Apa itu DApps (Decentralized Applications)?

Itu dia penjelasan mengenai Cosmos atau yang lebih umum dikenal sebagai ATOM. Kamu dapat membeli ATOM diberbagai bursa crypto baik di luar negeri atau bursa dalam negeri.

Dapatkan informasi lengkap mengenai proyek blokchain hanya di website Coinvestasi.