Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

Ini 6 Alasan Bitcoin Lebih Baik dari Fiat!

Wafa Hasnaghina     Wednesday, July 22 2020

Dalam perkembangannya, fiat memang dikenal sebagai alat transaksi pertukaran. Dasar dari diciptakan fiat sendiri disebabkan karena ketidakpuasan orang-orang terdahulu pada sistem barter yang ada. Pada akhirnya, media pertukaran itu berubah, dari misalnya emas, perak, dan logam lainnya hingga menjadi bentuk uang kertas seperti sekarang. 

Dulu, standar nilai pada uang kertas itu didasarkan pada emas, perak, dan logam lainnya yang adalah komoditas. Namun, seiring dengan populasi yang meningkat, standar pada logam-logam tersebut akhirnya menurun dan pengadopsian sistem mata uang fiat dilakukan. 

Pada sistem mata uang fiat ini, nilai dan standarnya ditentukan dan diregulasi oleh otoritas pusat atau pemerintahan dalam sebuah negara. Mereka juga yang menetapkan legalitas mata uang sebagai alat transaksi pertukaran. 

Mata uang fiat ini hanya didasarkan pada jaminan pemerintah. Ia tidak bergantung pada komoditas seperti emas dan perak yang jumlahnya terbatas. Jadi, otoritas terpusat tersebut sebenarnya bisa saja mencetak mata uang fiat ini sebanyak-banyaknya. Namun, risiko yang menyertai adalah inflasi.

Kemunculan Bitcoin sebagai Revolusi Sistem Finansial

Pada tahun 2009, Bitcoin yang diciptakan oleh pseudonim “Satoshi Nakamoto” hadir menawarkan sistem finansial untuk menggantikan sistem mata uang fiat saat ini. Sejak saat itu perdebatan mengenai mata uang fiat dan crypto menjadi perbincangan.

Dengan adanya perkembangan teknologi, dan terutama dengan kemunculan Bitcoin, konsep baru pada mata uang dan finansial juga ikut menjadi bahan perbincangan. Mata uang digital ini diprediksi akan menjadi pengganti dari sistem bobroknya sistem finansial saat ini. 

Uang kertas yang tadinya memiliki bentuk fisik, lambat laun akan berpindah secara online dan tidak lagi memiliki bentuk secara fisiknya. Hal ini juga didasari pada fakta bahwa hanya ada sekitar 8% mata uang dalam bentuk fisik dari seluruh jumlah uang yang beredar.

Mengapa Bitcoin Bernilai?

Seperti yang kita ketahui, mata uang dapat dikatakan bernilai jika ia mampu diandalkan dalam mempertahankan nilai relatifnya dari waktu ke waktu dan tanpa mengalami depresiasi. Hal ini juga dikaitkan dengan komoditas atau logam mulia yang dianggap memiliki nilai yang relatif stabil. 

Di luar nilainya, kelemahan dari logam mulia dan komoditas lainnya adalah portabilitasnya yang sulit. Bukankah susah membawa emas seberat satu kilogram ketika ingin membeli sesuatu? Maka dari itu, muncul alternatif dengan mencetak mata uang. Yang menjadi masalah adalah pada saat itu bentuk mata uang fiat yang ada tidak memiliki nilai intrinsiknya. Jadi, semakin banyak mata uang fiat yang beredar semakin tinggi inflasi yang ada. 

Lalu, mengapa Bitcoin bisa bernilai? Salah satu alasannya adalah karena Bitcoin itu langka. Sama seperti emas yang memiliki persedian terbatas, saat pertama kali muncul hanya ada 21 juta Bitcoin yang beredar di dalam jaringan. Belum lagi Bitcoin memiliki sistem di mana ia menyusutkan persediaanya di dalam jaringan, atau yang sering disebut Halving, dan diprediksi akan habis sekitar tahun 2140 mendatang. 

Keunggulan Bitcoin

  1. Terbatas dan Langka

Seperti yang diketahui, jumlah Bitcoin yang beredar pada jaringan hanya sekitar 21 Juta koin dengan kepastian bahwa akan habis suatu saat nanti. Berbeda dengan fiat yang bisa dicetak tidak terbatas sesuai dengan otoritas dan regulasi pusat, nilai Bitcoin dan jumlahnya ditentukan dari sistem terdesentralisasi yang bergantung pada konsensus di dalam jaringan. 

  1. Utilitas atau Kegunaan

Salah satu nilai jual terbesar Bitcoin adalah penggunaan teknologi blockchain. Blockchain adalah sistem buku besar terdistribusi yang terdesentralisasi dan tidak dapat dipercaya, artinya tidak ada pihak yang berpartisipasi dalam pasar Bitcoin yang perlu membangun kepercayaan satu sama lain agar sistem dapat berfungsi dengan baik. 

Hal ini dimungkinkan berkat sistem pemeriksaan dan verifikasi yang rumit, yang juga merupakan cara untuk memelihara buku besar tersebut dan penambangan Bitcoin baru.

Di luar itu, fleksibilitas yang ada pada teknologi blockchain ini membuat kegunaan dari Bitcoin di luar ruang mata uang crypto juga tinggi. Dibandingkan fiat yang dikontrol dan diregulasi pada setiap wilayahnya, Bitcoin dapat digunakan oleh semua orang tanpa melihat wilayah ia digunakan.

  1. Portabilitas

Perkembangan dunia blockchain dan teknologi yang mendasari Bitcoin memungkinkan ia dapat dikirim dan diterima hanya dalam hitungan detik. Hal ini berbeda dari fiat yang jika dikirimkan secara fisik membutuhkan waktu dan tenaga manusia lebih besar, belum lagi adanya biaya transaksi yang besar. Lebih lagi, proses transaksi digital di dalam jaringan blockchain ini biasanya tidak harus melibatkan representasi fisik.

  1. Kemampuannya untuk Dibagi 

Jika melihat kelangkaan dengan hanya berjumlah 21 Juta koin, Bitcoin memiliki kemampuan untuk dibagi menjadi unit yang sangat kecil. Unit terkecil dari Bitcoin disebut Satoshi, dengan 1 BTC bernilai sama dengan 100.000.000 Satoshi atau 1:100.000.000. Hal ini membuat Bitcoin dapat didistribusikan pada seluruh tatanan ekonomi global dan digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

  1. Tidak Dapat Dipalsukan

Seperti yang kita tahu, segala cara dapat dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab dalam mendapatkan keuntungan yang ia inginkan. Seperti halnya emas yang dapat dicampur oleh logam mulia lain, ataupun kertas yang dapat dipalsukan dengan hanya dengan mencetak “hal serupa”, Bitcoin hadir dengan keunggulan lain. Keunggulan tersebut tidak lain adalah ketidakmampuan Bitcoin untuk dipalsukan. 

Bitcoin diciptakan di dalam jaringan blockchain yang rumit dengan sistem terdesentralisasi yang sulit untuk dipalsukan. Walaupun ada serangan terhadap Bitcoin, itu membutuhkan banyak upaya, uang, dan kekuatan komputasi yang memadai, dan jika dilihat dari teknologi yang digunakan Bitcoin hal itu akan sangat sulit untuk dilakukan.

  1. Daya Tahan

Masalah utama dari mata uang fiat adalah daya tahannya pada lingkungan sekitar. Seperti yang kita tahu mata uang fiat berupa kertas yang sangat mudah robek, terbakar, hilang, dipalsukan, atau bahkan hanya sekedar tidak lagi dianggap dapat digunakan (mengingat adanya otoritas pusat yang mengatur hal tersebut). Jika mata uang fiat ini mengalami kejadian-kejadian seperti di atas, nilai yang ia kandung juga akan turut hilang.

Hal ini berbeda dengan Bitcoin, ini juga yang membuat bitcoin sangat berharga. Bitcoin tidak dapat dihancurkan, apalagi terbakar. Walaupun seseorang kehilangan Bitcoin di dalam dompetnya, Bitcoin itu akan tetap ada. Ia tidak akan pernah hilang dan akan terus ada di dalam catatan jaringan blockchain.

Kesimpulan

Inflasi dan resesi yang terjadi saat ini, menjadikan Bitcoin berpeluang besar untuk maju ke depan dan menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya. Tidak hanya keunggulan berdasarkan sistem desentralisasi dengan konsensus yang disepakati seluruh entitas yang ada di dalam jaringan. Namun, juga Bitcoin diharapkan akan menjadi aset yang mampu mengungguli mata uang fiat itu sendiri.

Artikel Terkait

 Lihat Lebih