Coinvestasi Telegram Group Coinvestasi Telegaram Channel

5 Tips Menghindari Penipuan Berkedok Bitcoin

anisa giovanny     Wednesday, October 7 2020

Bitcoin memang bukan scam, tapi banyak oknum tidak bertanggung jawab menggunakan Bitcoin sebagai kedok penipuan. Para penipu ini memanfaatkan Bitcoin yang bekerja secara online untuk menjalankan aksinya. Biasanya para penipu berkedok Bitcoin ini melakukan aksinya dengan meretas wallet pengguna, membagikan link berisi virus, membuat iklan dengan imbalan Bitcoin besar, hingga berpura-pura menjadi layanan pelanggan dari bursa crypto. 

Baca juga: Apa itu Bitcoin ? Panduan Lengkap untuk Pemula

Bagaimana untuk menghindari penipuan berkedok Bitcoin itu?  

Coinvestasi akan memberikan jawabannya, di artikel ini kami akan membahas mengenai cara menghindari penipuan berkedok Bitcoin ataupun aset crypto lainnya.

Hati-hati dalam Mengklik Link Bisa Jadi Phising

Penipuan berkedok Bitcoin seringkali dilakukan melalui website. Ada banyak sekali situs web yang telah dibuat menyerupai perusahaan pemula yang asli dan valid. Jika tidak ada ikon gembok kecil yang menunjukkan keamanan di dekat bilah URL dan tidak ada “https” di alamat situs, pikirkan dua kali untuk masuk ke sana. 

Walaupun kamu berpikir mungkin itu adalah situs biasa yang biasa kamu kunjungi tiap hari, kamu mungkin justru dialihkan ke link yang mencurigakan.  Jika menemukan link yang mencurigakan jangan di klik, karena ini bisa saja phising atau  ulah hacker yang menaruh kode berbahaya yang akan mereka gunakan untuk mengakses aset crypto milikmu yang ada di wallet online atau di aplikasi bursa.

Baca juga: Apa itu Cryptocurrency Wallet ?

Jangan Tergiur untuk Menggandakan Bitcoin

Banyak penipuan berskema ponzi yang menawarkan iming-iming menggandakan Bitcoin dalam waktu singkat. Situs ini mungkin akan lebih sulit dikenali, tapi bukan berarti tidak bisa kamu hindari. Jika kamu masuk ke situs ponzi dan melihat kata-kata persuasif yang berlebihan dan menjanjikan Bitcoin dalam jumlah besar dengan syarat  kamu mengirim sejumlah uang atau aset crypto milikmu. Kamu harus mencurigainya dan keluar dari situs tersebut. 

Apa itu skema ponzi? 

Ponzi ini adalah modus investasi palsu yang memberikan keuntungan  kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. Awalnya skema ini memang terlihat menjanjikan tapi ketika tidak ada investor baru maka mulai terlihat kerugiannya. 

Cara menambah Bitcoin paling aman adalah dengan membelinya langsung di bursa terpercaya atau kamu bisa menggunakan bursa yang sudah terdaftar di Bappebti. Bursa terdaftar itu sudah melalui serangkaian seleksi dari segi keamanan, modal usaha, operasional dan lain sebagainya.

Baca juga: Cara Beli Bitcoin Mudah untuk Pemula

Teliti dalam Membaca Informasi di Media Sosial

Beberapa waktu lalu sempat heboh penipuan Bitcoin yang melibatkan nama-nama besar di twitter. Di sana mereka meminta sejumlah Bitcoin ke alamat wallet mereka, dan berjanji akan diberikan imbalan. Aksi ini sempat membuat heboh twitter kala itu dan menelan kerugian ratusan juta dollar AS dalam bentuk crypto.  Jika kamu gegabah dan tidak teliti dalam membaca informasi, mungkin kamu juga akan jadi korban.

Perlu diingat, jangan sembarangan mengirim aset crypto mu ke wallet orang lain yang tidak ada kaitannya denganmu. Jangan mudah termakan narasi yang ada di media sosial jika ada akun yang berjanji akan memberikan kamu imbalan yang lebih besar. Sebab, saat ini harga crypto itu mahal dan sangat jarang sekali ada orang yang rela memberikan kamu Bitcoin secara cuma-cuma. 

Ingat Bitcoin tidak Ada Bentuk Fisik 

Bitcoin adalah mata uang digital dengan kriptografi yang rumit, ia bekerja di sebuah jaringan bernama blockchain. Bitcoin tidak memiliki bentuk fisik layaknya mata uang fiat, ia ada namun secara virtual. Tampilan Bitcoin yang kamu lihat di internet adalah sebuah visualisasi yang dibuat dan gambaran nyata.

Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Bisa Wujudkan Kebebasan Finansial

Jadi jika kamu menemukan orang yang menjual Bitcoin dengan memberikan koin yang bisa kamu pegang, maka itu sudah pasti penipuan.  Bitcoin memang tidak ada bentuk fisik tapi ia merupakan komoditas yang bernilai dan bisa diperdagangkan di bursa cryptocurrency. 

Jangan Memberikan Informasi Pribadi

Seringkali kamu mendapatkan telpon dengan nomor tidak dikenal, penelpon mengaku dirinya adalah customer service dari sebuah exchange tertentu. Mereka akan memberikan penawaran menarik dengan syarat kamu menyebutkan kata sandi wallet Bitcoin atau meminta identitas pribadi kamu. Jika kamu mendapatkan panggilan seperti itu, kemungkinan besar itu adalah penipuan.

Sebab, tidak ada customer service asli yang meminta alamat akunmu dengan mendetail apalagi meminta kata sandi yang bisa digunakan untuk mengakses dana di aplikasi exchange.Jika kamu mendapatkan panggilan penipuan ini ada baiknya langsung kamu matikan dan blokir nomor tersebut.


Harga Bitcoin memang sangat menggiurkan, karena itu banyak sekali orang yang ingin memilikinya dan seringkali ingin dengan instan. Celah ini yang dimanfaatkan oleh para penipu untuk melancarkan aksinya dengan membawa-bawa nama Bitcoin sebagai imbalan.

Kamu sebaiknya hati-hati dan selalu periksa berulang kali informasi soal Bitcoin atau crypto yang kamu dapatkan. Jaga keamanan asetmu sendiri dengan baik, karena jika aset dicuri si penipu maka tidak ada lagi cara untuk mengembalikannya. 

Baca juga: Daftar Platform Trading Bitcoin Legal di Indonesia