WWF Luncurkan Blockchain Tool Untuk Lacak Rantai pasokan Makanan

Aulia Medina

21st January, 2019

World Wildlife Fund-Australia (WWF-Australia)  telah mengumumkan akan meluncurkan alat rantai pasokan  yang menggunakan blockchain untuk mengizinkan bisnis dan konsumen untuk melacak jenis makanan, menurut sebuah tweet pada 17 Januari.

Platformnya dijuluki OpenSC, adalah sebuah produk yang bekerja sama antara WWF-Australia dan BCG Digital Ventures (BCGDV) — usaha korporasi global, cabang investasi dan inkubasi dari Boston Consulting Group yang berbasis di Amerika Serikat.
usaha korporasi global

Menurut postingan di situs WWF, sistemnya mengizinkan kedua bisnis untuk melacak produk mereka produksi, dan konsumen dapat melihat asal produk tersebut via “kode blockchain unik pada poin resmi produk.:

Platformnya mendistribusikan kode QR ke produk untuk membuat perusahaan klien yang terdaftar ke skema. Kode yang memiliki link ke platform blockchain mengizinkan konsumen untuk mengecek keresmian dan siklus hidup produk tertentu.

Tujuannya adalah untuk memberdayakan konsumen dengan pengetahuan yang tepat tentang apa yang mereka beli jadi mereka dapat membuat pilihan yang etis.

Baca juga: Perusahaan Muatan Barang Israel Buka Platform Blockchain

Gantinya, produsen tidak akan lagi dapat menggunakan kompleksitas rantai makanan untuk menghilangkan sumber yang meragukan dan praktik produksi.

CEO WWF-Australia Dermot O’Gorman berkomentar dalam sebuah press release pada 17 Januari.

“Melalui OpenSC, kami akan memiliki seluruh level transparansi tentang makanan yang kita makan dikontribusikan ke degradasi lingkungan habitat dan spesies, serta masalah ketidakadilan sosial dan hak asasi manusia seperti perbudakan.”

Produk yang dilacak kabarnya akan dilayani minggu depan kepada pemimpin dunia pada acara World Economic Forum di Davos, Swiss. Di masa depan,skema tersebut dapat menjangkau lebih dari sekedar makanan untuk menangani area yang beragam seperti minyak sawit dan kayu, Reuters melaporkan, interview dengan Kepala wilayah Asia BCGDV Paul Hunyor.

Peluncuran datang sebagai blockchain berbasis rantai pasokan melihat perbaikan aktivitas. Minggu ini, komputasi raksasa IBM memiliki platform blockchain melihat dua implementasi baru yang melibatkan produksi kobalt Republik Demokrasi Kongo dan industri pertambangan global yang lebih luas.

Sementara pada bulan November, pabrik makanan Swiss menjadi yang pertama menggunakan blockchain Ethereum (ETH) untuk melacak produk ikan.

Sumber