Berita Bitcoin · 8 min read

WHO Nyatakan COVID-19 Sebagai Pandemi, Crypto dan Saham pun Anjlok

Crypto dan saham sama-sama harus menurun, soalnya Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan status pandemi pada virus corona atau Covid-19. Hari ini, kapitalisasi pasar untuk semua cryptocurrency turun hingga $216 miliar.

Dilansir dari Cointelegraph, pengumuman WHO itu diikuti pernyataan tegas dari Dr. Anthony S. Fauci, direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) di hadapan Kongres AS. Menurut Dr. Fauci, jumlah infeksi virus COVID-19 akan terus bertambah karena tindakan penanggulangan yang tidak memadai dan sulitnya pencarian pasien penderita virus.

“Seberapa buruk ini kita akan akan tergantung pada kemampuan kita untuk melakukan dua hal: untuk menahan masuknya orang-orang yang terinfeksi datang dari luar, dan kemampuan untuk menahan dan mengurangi dalam negara kita sendiri, “ katanya.

Menyusul pengumuman pandemi, tiga koin teratas industri, yakni Bitcoin, Ethereum, dan Ripple (XRP) mengalami penurunan antara satu sampai lima persen dalam 24 jam terakhir.

Menurut CoinMarketCap saat ini, perdagangan Bitcoin berada di bawah $7.800, sementara Ethereum memiliki harga di bawah $190 dan Ripple kembali diperdagangkan di $0,20.

Sedangkan Tezos (XTZ) yang sebelumnya berhasil unggul di pasar crypto harus mengalami penurunan besar, hampir 7% dengan $ 2,45 per token.

Ini adalah aset berkinerja terburuk dalam 10 aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar, terkait dengan kerugian harian. Sementara itu, pasar saham kembali mendapat pukulan serius.

Dow jones average telah turun 1,400 poin lagi selama jam terakhir perdagangan hari ini, meskipun menunjukkan tanda-tanda pemulihan kemarin sore. Minyak juga turun menjadi sekitar $32 per barel dari $34 sehari yang lalu.

Baca juga: Bitcoin Belum Jadi Safe Haven Asset di Tengah Ketidakstabilan Global

Korelasi Bitcoin dan Market Traditional

Kondisi ditengah ketidakstabilan global dan pandemi virus telah membuat korelasi yang jelas antara harga Bitcoin dengan pasar tradisional.

“ Saya berharap Bitcoin bisa ada di zona $7.600 hingga $7.300 untuk masa mendatang yang dapat diperkirakan sampai pasar global menunjukan beberapa peningkatan berkelanjutan, “ ujar trader Bitcoin yang juga kontributor Cointelegraph Micheal van de Poppe.

Menurutnya jika Bitcoin gagal menahan $7.300, kemungkinan trader akan mengalihkan fokus mereka kembali ke $6.800 dan $6.400. Untuk saat ini, para trader sebaiknya tetap berhati-hati untuk memutuskan jual beli Bitcoin, mengingat kondisi yang tidak stabil dan ikut terpengaruhnya Bitcoin di tengah situasi global saat ini.

Sumber

Disclaimer

Konten baik berupa data dan/atau informasi yang tersedia pada Coinvestasi hanya bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi, BUKAN saran atau nasihat untuk berinvestasi dan trading. Apa yang disebutkan dalam artikel ini bukan merupakan segala jenis dari hasutan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli dan menjual aset kripto apapun.

Perdagangan di semua pasar keuangan termasuk cryptocurrency pasti melibatkan risiko dan bisa mengakibatkan kerugian atau kehilangan dana. Sebelum berinvestasi, lakukan riset secara menyeluruh. seluruh keputusan investasi/trading ada di tangan investor setelah mengetahui segala keuntungan dan risikonya.

Gunakan platform atau aplikasi yang sudah resmi terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Platform jual-beli cryptocurrency yang terdaftar dan diawasi BAPPEBTI dapat dilihat di sini.

author
Anisa Giovanny

Editor

arrow

Terpopuler

Loading...
Loading...
Loading...
Loading...
Loading...

#SemuaBisaCrypto

Belajar aset crypto dan teknologi blockchain dengan mudah tanpa ribet.

Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.