Pemula
Untuk kamu yang baru mau mulai masuk dan belajar dasar - dasar cryptocurrency dan blockchain.Temukan ragam materi mulai dari Apa itu Cryptocurrency, apa itu Bitcoin, hingga Apa itu NFT.
Berita Altcoins · 8 min read

Sebuah wallet Ethereum milik seekor whale yang telah lama tidak aktif kembali menunjukkan pergerakan signifikan setelah hampir sembilan tahun “tertidur”. Berdasarkan data on-chain, entitas tersebut memindahkan total 50.000 ETH ke sebuah wallet milik exchange Gemini pada Minggu (25/1/2026).
Menurut data Arkham Intelligence, transfer tersebut dilakukan dalam dua tahap. Pertama, wallet dengan alamat “0xb5…Fb168D6” memindahkan 25.000 ETH, disusul transfer kedua dengan jumlah yang sama beberapa jam kemudian. Jika dikonversi, total nilai aset yang dipindahkan mencapai sekitar US$145 juta atau setara Rp2,5 triliun.

Baca juga: Bitcoin Turun ke US$86.000, Investor Pilih Wait and See Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Data on-chain menunjukkan bahwa alamat tersebut terakhir kali aktif pada 2017, ketika menarik sekitar 135.000 ETH dari Bitfinex. Pada periode tersebut, nilai total kepemilikan Ethereum di wallet tersebut hanya berkisar US$12,17 juta atau sekitar Rp204 miliar, seiring harga Ether yang masih berada di kisaran US$90.
Meski telah memindahkan 50.000 ETH, wallet ini masih menyimpan sekitar 85.283 ETH. Dengan harga pasar saat ini, sisa kepemilikan tersebut bernilai lebih dari US$240 juta atau sekitar Rp4 triliun, menjadikannya salah satu wallet Ethereum lama dengan nilai aset terbesar yang masih aktif.
Pergerakan ini terjadi di tengah tren pelemahan harga Ethereum. Dalam 24 jam terakhir, ETH tercatat turun sekitar 2% ke level US$2.880, atau terpaut sekitar 41% dari rekor tertinggi sepanjang masa di US$4.953 yang tercatat pada Agustus 2025 menurut data CoinMarketCap.
Aktivitas whale yang kembali muncul setelah bertahun-tahun tidak aktif kerap menjadi perhatian pelaku pasar, terutama di tengah kondisi harga yang sedang tertekan. Namun, hingga saat ini belum terdapat indikasi jelas apakah pergerakan tersebut akan berdampak langsung terhadap dinamika pasar Ethereum dalam jangka pendek.
Baca juga: Dua Blockchain Paling Dominan Sepanjang 2025
Seluruh konten berupa data dan atau informasi yang tersedia di Coinvestasi hanya bertujuan sebagai informasi dan referensi. Konten ini bukan saran atau nasihat investasi maupun trading. Seluruh pernyataan dalam artikel tidak dimaksudkan sebagai ajakan, rekomendasi, penawaran, atau dukungan untuk membeli atau menjual aset kripto apa pun.
Perdagangan di pasar keuangan, termasuk aset kripto, mengandung risiko dan dapat menyebabkan kerugian hingga kehilangan seluruh dana. Kamu wajib melakukan riset secara mandiri sebelum mengambil keputusan. Seluruh keputusan investasi atau trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu setelah memahami risiko yang ada.Gunakan hanya platform atau aplikasi aset kripto yang terdaftar dan beroperasi secara legal di Indonesia. Daftar platform aset kripto yang berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat diakses melalui di sini.
Topik
Coinvestasi Update Dapatkan berita terbaru tentang crypto, blockchain, dan web3 langsung di inbox kamu.